Header Ads

5 Hari Jenazah Operator Ekskavator Berhasil Dievakuasi


LINTAS PUBLIK - SIMALUNGUN, Proses evakuasi jenazah operator ekskavator PLTH SinohydroPT Alam Sutera Energi akhirnya membuahkan hasil. Pada hari ke-5, Kamis (30/5) sore sekira Pukul 16.00 WIB, Tim SAR berhasil mengangkat tubuh korban dari dalam ekskavator yang terbalik di Bah Karai.

Kapolsek Raya AKP R Sinaga yang dihubungi, Kamis (30/5) sore mengatakan, upaya evakuasi Join Paribo Siregar(31), terus dilakukan tim. Dua alat berat didatangkan untuk membantu menggeser ekskavator di dasar jurang dengan menggunakan sling, kawat baja. Beberapa kali sling putus, sementara posisi ekskavator belum memungkinkan untuk mengevakuasi korban.

BACA JUGA  Operator Alat Berat Tertimbun di Lokasi PLTMH Karai III Kabupaten Simalungun

Korban dievakuasi dari Bah Karai oleh Tim SAR (kiri), Jenazah Paribo Siregar(31) saat di evakuasi.ist
“Posisi ekskavator rodanya di atas kabin operator di bawah. Namun dengan beberapa kali percobaan, posisinya akhirnya bergeser,” kata R Sinaga, yang sudah di lokasi sejak hari pertama bencana longsor ini terjadi. Dijelaskan R Sinaga, kondisi kabin sudah ringsek, dan terjepit serta terendam
di arus deras membuat proses evakuasi sulit.

“Kondisi di bawah sangat ektrim, dan licin. Tapi kita terus berusaha,” kata R
Sinaga. Korban terseret bersama ekskavator saat melakukan pembersihan material longsor di jalan menuju proyek pembangkit listrik di wilayah Huta Kariahan Usang, Nagori Bongguran Kariahan, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Minggu (26/5) sekira Pukul 10.00 WIB.

Warga Desa Sibadoar, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel ini bersama rekan-rekannya saat kejadian sedang membersihkan material yang longsor pada malam sebelumnya. Saat itu, Join sebagai operator, sedang sibuk menggeser material tanah yang menutupi jalan dan membuang ke arah jurang
yang di dasarnya mengalir Bah Karai.

“Posisi ekskavator rodanya di atas kabin operator di bawah. Namun dengan beberapa kali percobaan, posisinya akhirnya bergeser,” kata R Sinaga, yang sudah di lokasi sejak hari pertama bencana longsor ini terjadi. Dijelaskan R Sinaga, kondisi kabin sudah ringsek, dan terjepit serta terendam di arus deras membuat proses evakuasi sulit.

“Kondisi di bawah sangat ektrim, dan licin. Tapi kita terus berusaha,” kata R Sinaga. Korban terseret bersama ekskavator saat melakukan pembersihan material longsor di jalan menuju proyek pembangkit listrik di wilayah Huta Kariahan Usang, Nagori Bongguran Kariahan, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Minggu (26/5) sekira Pukul 10.00 WIB.

Warga Desa Sibadoar, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel ini bersama rekan-rekannya saat kejadian sedang membersihkan material yang longsor pada malam sebelumnya. Saat itu, Join sebagai operator, sedang sibuk menggeser material tanah yang menutupi jalan dan membuang ke arah jurang
yang di dasarnya mengalir Bah Karai.

sumber  : fas 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.