Header Ads

632 Narapidana Teroris yang Sudah Bebas Perlu Diwaspadai


LINTAS PUBLIK - JAKARTA,  Mengatasi radikalisme dan terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah menerapan strategi secara kreatif dan inovatif.

“Kami manfaatkan semua saluran yang ada. Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, selain kementerian dan lembaga pemerintah,” kata Kasubdit Kontra Propaganda, Direktorat Pencegahan BNPT Kolonel Sujatmiko dalam diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat Selasa (28/5/2019).

Kolonel Sujatmiko
Dalam diskusi dengan Tema ‘Kita Indonesia, Kita Pancasila’, juga menghadirkan narasumber Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono, serta Sekretaris Deputi VI Bidang Kesbang Kemenko Polhukam Brigjen Pol Mamboyng.

Sujatmiko menjelaskan, strategi mengatasi radikalisme dan terorisme dengan dua pendekatan; program deradikalisme dan kontra radikalisme.

Program deradikalisasi dengan cara pencerahan kepada mereka yang sudah terpapar. Jumlahnya 406 napitor, 191 tahanan. Total 567 orang yang tersebar di 89 lapas dan 2 rutan di 25 provinsi.

Selain mereka yang di lapas, juga di masyarakat. Hingga Januari 2019, jumlah napiter yang sudah bebas 632 orang terbina 347 mantan teroris 90 orang di 17 provinsi.

Program kontra radikalisme melibatkan semua unsur masyarakat. “Caranya dengan kegiatan-kegiatan kreatif.

“Contohnya membentuk duta damai di dunia maya. BNPT juga mengajak youtuber untuk bersama membuat konten kreatif. Hasilnya luar biasa, banyak konten-konten kreatif untuk mengajak masyarakat menjauhi aksi radikalisme,” kata Sujatmiko.

sumber  : posk  

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.