Header Ads

Bawa Cewek Kena Rp 83 Juta Padahal Bukan Artis Online


SIAL banget nasib Subronto, 45, dari Lampung ini. Sekali bawa wanita bukan istri, kepergok preman mata duitan. Dia diperas berjut-jut agar skandalnya tak diunggah ke medsos. Tapi setelah habis Rp 83 juta masih diperas juga, akhirnya Subronto capek di kantong, dan lapor ke polisi. “Mending kencani artis online, ketahuan….”, ujarnya.

Sekarang orang cari duit tidak halal semakin gampang. Punya HP canggih, potret pasangan mesum yang dipergokinya, lalu diancam mau diposting di medsos, pasti sang praktisi mesum mau keluar uang berapapun. Model beginian kini sedang ngetren, maka hati-hati dalam segala perilaku. Maksudanya, tak usah macem-macem karena mentang-mentang sedang banyak duit. Mending fokus pada bini di rumah, dijamin berkah itu.


Adalah Subronto, oknum PNS dari Lampung Tengah. Di kala rejekinya sedang naik daun, duit itu tak digunakan untuk beli kapling atau sawah sepetak, tapi malah diinvestasikan untuk beli “sawah” sepetak yang tak seberapa luas. Padahal di rumah dia sudah punya “sawah” yang sertipikatnya HM (Hak Milik) yang bisa dicangkul kapan saja dan dijamin halalan tayiban.

Tapi begitulah kebanyakan lelaki, jika ada uang lebih malah untuk beli “sawah” garapan yang bebas PBB. Idem dito si Subronto ini. Sesuai dengan namaya yang bermakna kasmaran, dia jadi kasmaran melulu setiap melihat perempuan cantik. Karena duit ada, setan gundul pun semakin kenceng ngompori. “Sudahlah Bleh, sikat saja itu sijanda bahenol. Kalau gua bukan setan, sudah tak ambil duluan tuh.” Kata setan memberi semangat.

Gebedan baru Subronto itu namanya Farida, 37, janda muda atau randha kempling kata orang Jawa Lampung. Beberapa bulan belakangan ini Subronto tengah membangun koalisi kenikmatan bersama janda dari Seputih-Banyak itu. Jika situasi mantap terkendali, oknum PNS banyak obyekan ini boking Farida di sebuah hotel.

Rupanya aksi mesum berkelanjutan ini tercium oleh Wardoyo, 28, anak muda dari Seputih-Surabaya, yang kerjanya tidak jelas, jika tak mau disebut preman. Dia kenal baik dengan keluarga Subronto, sehingga setelah tahu ada skandal Subronto, dia merasa ada peluang cari duit. Maka begitu pasangan mesum itu cek out dari sebuah hotel, langsung dipotret. Habis itu Subronto dihubungi lewat telpon.

“Pilih mana, foto ini saya sebar ke medsos, atau saya kasih tahu Bu Bronto di rumah?” kata Wardoyo tanpa malu-malu. Tentu saja Subronto kelabakan. Dua-duanya pilihan tak ada enaknya. Kalau diunggah ke medsos, teman sekantor bisa tahu semua. Jika Wardoyo beritahukan langsung ke istrinya, Subronto bisa kena palang pintu di rumah. Benar-benar seperti buah simalakama. Dimakan ayah mati, tak dimakan ibu yang hilang nyawa. Atau mau diemut saja, memangnya permen Nano-nano?

Akhirnya Subronto mengajak “lapan anem” (damai) sajalah. Maka Wardoyo minta uang tutup mulut Rp 15 juta. Ya, daripada skandalnya jadi rahasia publik, mending bayar sajalah. Tapi begitu ditransver dan berhasil, lain hari Wardoyo memeras lagi oknum PNS ini. Kali ini keluar Rp 10 juta. Tapi Wardoyo belum puas, gambar perselingkuhan itu kembali untuk mengancam. Dan ketika sudah terkumpul Rp 83 juta uangnya dikuras dan diperas Wardoyo, akhirnya capek kantong juga dia.

Mending uang Rp 80 juta untuk kencani artis online, ketahuan. Ini kencannya sama wanita biasa kok habis sebegitu banyak, mending Wardoyo tetangga kampungnya ini dilaporkan ke polisi. Meski malu-malu karena ini efek samping urusa kemaluan, Subronto pun lapor polisi. Maka sesuai dengan laporan oknum PNS ini, Wardoyo langsung ditangkap tanpa perlawanan.

Namanya mental preman, kenalan dan tetangga sendiri dikompas juga.

sumber  : posk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.