Header Ads

Demi Pesta Demokrasi Polwan Ini Meninggalkan Bayinya Berusia 1,4 Tahun


LINTAS PUBLIK - BOGOR,  Tugas negara selalu lebih utama mengalahkan urusan rumah tangga. Jika negara memanggil, maka apapun harus dilaksanakan. Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif, menjadi bukti, betapa keluarga selalu nomor dua jika dibandingkan dengan panggilan negara.
Di Polres Bogor, Polda Jawa Barat, seorang polwan demi tugas negara, ia meninggalkan anaknya yang masih berusia satu tahun empat bulan.

Penugasan pimpinan ke lokasi pleno Pileg dan Pilpres, berisi perintah harus sampai tuntas, membuat Polwan ini harus menitipkan buah hatinya yang masih bayi ke neneknya.

Ipda Silfi Adi Putri
Menurut n cerita Ipda Silfi Adi Putri polwan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol)
angkatan 47 tahun 2017 sejak usai apel pengamakan Pemilu 2019 beberapa minggu lalu dia langsung ditugaskan mengamankan rapat pleno.

“Kami ditugaskan ke lokasi pleno untuk pengamana . Sampai kapan selesai, kami tidak tau. Ini perintah pimpinan dan tugas negara. Kami harus amankan,” kata Ipda Silfi kepada Pos Kota di Hotel Olimpyc Sentul, lokasi pleno Pileg dan Pilpres.

Bagi perwira pertama Polri ini, anak ditinggal demi tugas pekerjaan negara, itu hal biasa bagi setiap anggota Polri.

Yang justru menjadi perhatian adalah apakah sang anak sudah dalam pengawasan yang tepat saat ditinggal. Dan bagi Ipda Silfi, sang buah hatinya sudah dalam pengawasan yang tepat.
Kenapa?, karena puteranya yang masih berusia 1,4 tahun itu, dalam lindungan dan pengawasan neneknya yang menyayanginya.

Lalu bagaimana melampiaskan rasa rindu dengan sang buah hati saat bertugas. Ipda Silfi punya resepnya.

“Ada waktu senggang saat salat, saya video call. Dia sudah bisa panggil Ma. Kadang juga saya membuka foto di HP untuk melihat wajahnya jika rasa kangen itu muncul. Anak saya laki-laki. Ini anak pertama,”ujarnya.

Cerita lain, Ipda Silfi juga harus memendam rasa rindunya saat tiba di rumah usai berdinas. Ia kerap mendapatkan buah hatinya sudah tertidur.

Mengobati rasa rindu, mantan Kanit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) ini setiap paginya sebelum berangkat kerja, menyempatkan diri menyuapin sang buah hati. Sang anak pun di ajak jalan-jalan sebentar sebelum akhirnya dirinya menitipkan puteranya ke neneknya.

“Sebelum berangkat, saya pesan jangan nakal sama nenek ya. Karena kerap pulang sudah tidur, ya vidio call itu sarana saya bisa bercakap dengannya,”itu resep obat rasa rindu.

sumber  : posk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.