Header Ads

Densus 88 Gerebek Rumah Terduga Teroris di Cilodong Depok


LINTAS PUBLIK - DEPOK,  Densus 88 Mabes Polri menggrebek rumah terduga teroris di Jalan Kebon Duren Kali Mulya, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat Senin (20/5/2019) sore.

Penggrebekan ini sebagai pengembangan penangakapan terduga teroris Bowi di Gang Remaja, Mampang, Pancoran Mas, sekitar pukul 13.00 WIB. Bowi diduga terlibat dalam pelatihan perang sejak tahun 2017 silam.

Berdasarkan pantauan Pos Kota, kontrakan terduga teroris sudah kosong dan terlihat lampu hidup dari dalam. Oleh anggota Polsek Sukmajaya lokasi dipasangi garis polisi.

Rumah yang digerebek dipasang garis polisi
Rumah itu ditempati oleh istri ketiga pelaku bernama Triya. Menurut sejumlah tetangga di sekitar, istri pelaku sudah tidak berada di kontrakan sejak Minggu kemarin.

“Rumah sudah ditinggal dalam keadaan kosong oleh pemiliknya. Sehingga pada saat penggrebekan anggota Densus dalam keadaan kosong,” ujar Maman,33, di lokasi kejadian, Senin (20/5) malam.

Menurut Maman, keluarga pelaku sangat tertutup dan jarang dijumpai. “Setiap kali mau meminta sumbangan kebersihan RT selalu jarang ada di rumah . Selain itu kegiatan istrinya yang punya bayi hanya pagi bakar sampah di kebun setelah itu masuk ke dalam lagi. Sedangkan pelaku pulang malam terus,”tambahnya.

Istri pelaku menurut Maman, selalu bercadar dan tidak mau bergaul dengan tetangga sekitar.

“Tinggal baru sekitar empat bulan di kontrakan milik Bidan Meini belum lapor ke RT. Salah satu sebabnya adalah karena sulit ditemuin di rumah itu jadi belum lapor saat jemput bola meminta data identitas diri,”tambahnya.

“Peristiwa penggrebekan teroris ini baru pertama kali di kampung kita. Sempat gempar juga.”

Terpisah Kapolsek Sukmajaya Kompol IGN Bronet Ranapati mengatakan penggerebekan dilakukan 20 anggota Densus berpakaian preman dan dinas bersenjata lengkap. “Sewaktu grebek rumah kontrakan pelaku sudah kosong istri pelaku sudah pergi,”ujarnya.

Kompol Bronet menyebutkan barang-barang yang dibawa anggota Densus dari dalam rumah kontrakan pelaku hanya dua buku berbahasa Arab. “Kasusnya masih dikembangkan oleh Densus 88. Untuk keamanan rumah kontrakan kita pasang garis polisi,”tutupnya.

sumber  : posk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.