Header Ads

Habibie: Risiko Tinggi Hanya Perjuangkan Kepentingan Satu Kelompok, No Way!


LINTAS PUBLIK - JAKARTA,  Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie mengingatkan bahwa pemilu presiden di Indonesia berlangsung setiap lima tahun.

Habibie tidak ingin proses pemilu membuat bangsa pecah dan menghambat pembangunan. Pesan tersebut disampaikan Habibie setelah bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Presiden Republik Indonesia ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie usai menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Habibie mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 10 Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).
Habibie mengatakan, pilpres akan kembali digelar lima tahun ke depan. Setiap orang, kata dia, bisa mencalonkan diri sebagai pemimpin.

Karena itu, Habibie menekankan, setelah Pilpres 2019 ini semua pihak jangan mengambil risiko hanya karena memperjuangkan satu kelompok.

"Ngapain hilang waktu, duit. Ada risiko tinggi hanya perjuangkan kepentingan mungkin seseorang, satu grup, no way. Tidak ada tawar-menawar," kata Habibie.

Dalam pertemuan tersebut, Habibie menyampaikan selamat kepada Jokowi atas hasil Pemilu 2019.

Habibie yakin, Jokowi dapat melanjutkan program yang sudah direncanakan dan akan dibantu rakyat.

 "Saya ucapkan selamat kepada bapak Presiden bahwa insya Allah beliau bisa melanjutkan program sesuai rencana dan kita semua membantu supaya terlaksana," ucapnya.

Habibie mengatakan, semua pihak harus sepakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Stabilitas dan pemerataan pembangunan tidak bisa ditawar.

"Siapa saja yang nanti akan memimpin dan sedang memimpin, dia memimpin seluruh bangsa Indonesia," kata Habibie.

sumber  : komp


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.