Header Ads

Ini Pesan Pakar ITB, Anak Perlu Puasa Internet


KEKERASAN yang banyak dilakukan anak-anak, tidak lepas dari game-game yang bertebaran di dunia maya. Karena itu, Dr. rer. nat. Sparisoma Viridi, Koordinator Kemahasiswaan Fakultas Matematika dan IPA ITB mengajak orangtua membatasi penggunaan gawai pada anak.

“Puasa internet itu perlu. Jangan setiap saat kita main telepon seluler, karena apa yang dilakukan orangtua akan ditiru oleh anak-anak,” kata Viridi.

Dr. rer. nat. Sparisoma Viridi, Koordinator Kemahasiswaan Fakultas Matematika dan IPA ITB
Puasa internet dilakukan terutama saat orangtua sedang berinteraksi dengan anak, atau sedang berada di rumah. Dengan cara demikian maka lebih mudah mengajak anak untuk tidak main internet setiap saat.

Viridi mengaku zaman seperti sekarang memang tidak mudah bagi seseorang untuk lepas dari internet. Apalagi yang memang pekerjaannya berhubungan dengan internet.

Tetapi tetap harus ada kesepakatan terkait penggunaan internet ini. Anak di bawah umur selain harus diawasi juga harus dibatasi penggunaannya. Termasuk anak yang sudah usia remaja. Meski banyak tugas dari sekolah yang mau tidak mau harus berhubungan dengan internet.

PERMAINAN TRADISIONAL

Ahli fisika nuklir dan biofisika ITB tersebut mengaku tidak memberikan ijin anaknya main telepon seluler. Ia lebih suka anaknya main jenis permainan tradisional dibandingkan permainan yang ada di internet.

“Di rumah saya ada hulahop, skipping, ular tangga, enggrang dan sepeda. Anak-anak saya dorong untuk main permainan tradisional meski ayahnya bekerja berhubungan dengan teknologi,” tambahnya.

Viridi menceritakan bagaimana bahayanya game-game yang ada di internet. Banyak game-game yang sebenarnya mengandung unsur kekerasan juga pornografi.

“Sekilas itu game biasa, perang-perangan. Tetapi coba perhatikan pasti unsur kekerasan ada,” katanya.

Karena itu, lulusan Die Universitat Dortmund Jerman tersebut mengajak orangtua mengawasi permainan game yang dimainkan anak-anaknya. Jangan dilepas begitu saja, sesibuk apun pekerjaan.

“Ada banyak orangtua yang kasih ijin anaknya main game. Ini perlu pengawasan ketat, seleksi ketat. Tetapi saya lebih menyarankan agar anak-anak tidak main game-game yang ada di internet. Arahkan untuk main permainan tradisional,” tutupnya.

sumber  : posk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.