Header Ads

Kapolres AKBP Heribertus Ompusunggu : Kasus Penipuan Via Telepon dalam Penyelidikan


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Kapolres Kota Pematangsiantar, AKBP Heribertus Ompusunggu memastikan kasus penipuan via telepon tetap dalam penyelidikan hingga pengungkapan. Polres Siantar hanya butuh waktu dan kasus itu menjadi perhatian.

"Kalu pelakunya di daerah (Siantar), kita bisa cepat tangani, tapi kalau di luar daerah itu butuh proses lagi. Kita harus minta data ke bank dan operator seluler. Jadi, butuh banyak waktu. Bukan kita menyerah, tapi butuh waktu itu, harus bersabar. Pasti kita selesaikan, tapi butuh waktu,"ujar Kapolres AKBP Heribertus saat melayat meninggalnya ketua AMPI Kota Pematangsiantar, Bonar Aritonang, Senin malam (6/5/2019) di rumah duka Jalan Gereja.

Kapolres AKBP Heribertus dikonfirmasi Senin malam (6/5/2019) 
AKBP Heribertus menceritakan dalam alur penyelidikan kasus penipuan via telepon, polisi memeriksa korban. Lalu, meneliti modus yang digunakan pelaku. Jika melalui transfer via bank, maka akan dilakukan pengecekan tujuan bank.

"Kalau transfer ke luar pulau itu butuh waktu lagi, kita harus klarifikasi kepada provider yang menelepon dimana penelpon tersebut. Kemudian, kita klarifikasi lagi transfer uang itu di transfer ke mana,"ujarnya seraya mengatakan tetap menjalin koordinasi dengan polisi di seluruh daerah.

AKBP Heribertus mengungkapkan banyak pelaku yang langsung mematikan nomor handphone dan buku rekening saat dalam penyelidikan.

Dia mengatakan biasanya pelaku kasus tersebut merupakan jaringan sindikat.

"Kadang itu handphonenya diganti nomor ketika berhasil menipu orang. Karena gampang mendapatkan nomor. Setelah terjadi (transfer) langsung diganti. Kadang juga saat dilacak orangnya tidak jelas dan alamatnya tidak pas,"pungkasnya.

"Sekali lagi, kasus tersebut masih kita tangani, hanya butuh waktu,"tutupnya.

Sebelumnya, pasangan suami istri yang cukup tua melaporkan tentang penipuan yang dialami dengan modus ancaman biaya SMS Banking. Sri (57) korban penipuan ditemani suaminya Wandi (60) telah memberikan keterangan di Unit Ekonomi Satreskrim Polres Siantar, Senin lalu (29/4/2019).

Sri seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menceritakan pelaku bernama Aditya Reza mengaku sebagai Customer Call BNI. Pelaku mengubungi korban dengan menggunakan nomor handphone 081218125565.

Pelaku mengancam korban dengan menerapkan peraturan palsu SMS Banking sebesar Rp 150 ribu per bulan. Jika tidak ingin dikenakan biaya, pelaku mengancam korban untuk melakukan transaksi di ATM.

Korban pun mengaku tersugesti dengan bujuk rayu pelaku. Dengan berbagai cara bujuk rayu menggunakan bahasa yang lembut dan santun, korban sempat memprotes biaya SMS Banking dari ucapan pelaku melalui handphone karena terlalu mahal.

Selama tersugesti, korban diperintahkan untuk tidak mematikan handphone-nya hingga pelaku mendapatkan nomor rahasia (pin) kartu ATM dan kartu kredit korban. Tidak sampai disitu, korban diarahkan ke mesin ATM yang berada di Rumah Sakit Vita Insani Kota Pematangsiantar, sehingga terjadi transaksi transfer dari rekening milik korban ke rekening atas nama Kanti Santiwanti dan Yohanes Maryono.

"Saya tidak kenal dengan kedua nama yang saya transfer itu. Karena saya diarahkan sama penipu itu yang mengaku Customer Call BNI. Selama diarahkan itu, gak boleh mati handphone saya. Nah, selama itu mungkin saya transfer tiga kali dengan jumlah yang berbeda. Tapi struk setiap transaksi dari mesin ATM-nya memang masih ada saya simpan hingga totalnya sekitar Rp16.797.882,"ujarnya di Polres Siantar.

Setelah ditutup telepon dari pelaku, selang beberapa jam kemudian, korban baru menyadari bahwa telah ditipu. Sri mengajak suaminya Wandi ke mesin ATM BNI untuk menggantikan pin kartu ATM dan kartu kreditnya. Ia juga sempat menghubungi Call Centre BNI untuk melakukan pemblokiran.

"Malamnya saya ganti pin ATM saya. Lalu saya hubungi BNI Call Center 1500046 untuk memblokir kartu kredit saya. Saat menelfon itu, operator juga sebut ada transaksi yang dilakukan sebanyak tiga kali," ujar nenek dua cucu ini sembari mengatakan sudah melaporkan hal ini ke Kantor Cabang BNI Pematangsiantar untuk mengganti dan memindahkan sisa saldo miliknya ke rekening baru.

Penulis    : franki
Editor      : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.