Header Ads

Tiket "Bodong", Pemesanan Mulai Dari Kualanamu Sampai Papua, Agen Gagal Berlebaran


LINTAS PUBLIK - LABUHAN BATU, Korban tiket bodong terus berdatangan ke Polres Labuhan Batu, hendak memastikan bagaimana nasib pembelian tiket yang telah lama di booking calon penumpang.

Hasil penelusuran lintaspublik.com, ternyata penjual tiket online melalui facebook dan group-group Whats App (WA) banyak memakan korban, karena tiket yang sebelumnya telah dipesan tidak dapat digunakan alias bodong.

BACA JUGA  Tiket "Bodong", Pemilik Nitari Travel Jadi Tersangka, Bagian Admin Turut Ditahan


Salah satu korban keluarga Nugroho, memesan tiket jauh hari sebelumnya  melalau Nitari Travel dengan nomor penerbangan Batik Air, dari Sorong Papua berangkat (mudik) keYogyakarta, tapi pada tanggal yang telah tertera ditiket pesawat tanggal 1 Juni 2019 tidak dapat diberangkatkan.


Demikian juga Yuana, seharusnya dirinya sudah sampai di Medan pada 1 Juni 2019 dari Lampung tempatnya bekerja, dan pesawat terbang yang dipesannanya Lion Air, dan bahkan tertulis Yuanda memasan tiketnya pulang - pergi.


Kekesal yang dialamai T boru Tinambunan, dirinya memesan tiket Batik Air pada tanggal 1 Juni 2019, memesan tiket pesawat dari Jakarta menuju Silangit dengan kode booking KYNDTG, dan ternayat ketika dicek untuk keberangkatan tiket ini tidak terdaftar di maskapai yang tertera ditiket.

Mengetahui pemberitaan lintaspublik.com, Rinta salah satu agen yang tinggal di Binjai langsung mendatangi kantor PT. Nitari Travel di Labuhan Batu, dan menuntut pemilik  Borkat Pane agar memulangkan uang para calon penumpang pesawat.

"Saya sudah "diteror calon penumpang, banyak meminta agar uang pembeli Tiket Nitari dikembalikan, makanya selaku agen Travel penjualan Nitari Travel tidak berani pulang ke Binjai sebelum uang yang di transfer ke Nitari Travel di kembalikan."kesal Rinta.

"Seharusnya, Hari Raya ini saya berkumpul dengan keluarga, tapi karena takut calon penumpang yang tidak jadi berangkat datang menuntut uangnya kembali. Keluarga di Binjai sudah resah karena tiket bodong ini,"ungkap Rinta yang gagal merayakan Lebaran karena banyak pesanan tiket calon penumpangnya ternyata bodong.

Rinta juga menjelaskan, selama beberapa waktu lalu, ada sekitar 15 orang calon penumpangnya. Pastinya semua menuntut agar diterbangkan, dan sebagian lagi minta uang kembali.

"Ada 15 orang lebih yang tidak jadi terbang, dan terus menerus  menelpon saya kenapa tiket nya tidak terdaftar pada pesawat yang tertera dalam tiket Nitari travel," jelas Rinta yang mengalami kerugian sekitar Rp. 30 juta.

"Serbagian aku belikan tiket reguler, tapi karena banyaknya pesanan, saya tidak sanggup lagi menanggulanginya, dan saya langsung ke Labuhan Batu ini,"ujar Rinta, dan belum berani pulang ke Binjai.

Adanya laporan masyarakat tentang kerugian pesanan pesawat atau tiket bodong pihak Polres Labuhan Batu langsung menindaklanjuti laporan korban tiket bodong dengan nomor polisi : LP 442/ V / 2019 / SPKT Res - LB pada hari Jumat 31 Mei 2019, dan kantor Nitari Tour & Travel juga langsung  digaris polisi.


BACA JUGA  Diduga Jual Tiket Bodong, Pemilik Nitari Travel Dilaporkan ke Polisi, Katanya Tiket Promo

Pemilik Nitari Travel dan bagian admin saat diperiksa dibagian Reskrim Polres Labuhan Batu.
Sebelumnya Borkat Pane pemilik Nitari Travel pernah menjelaskan, bahwa agen-agen tidak kerjasama berbentuk tertulis penjual tiket diperusahaannya.

"Ini hanya kerjasama sama-sama percaya saja, dan para agen tidak pernah kerjasama tertulis dengan Pihak Nitari Trevel,'jelas Borkat Pane, karena dirinya juga masih belum tau kenapa tiket banyak yang gagal booking.

"Mereka itu beli tiket promo, menurut perusahaan penerbangan ada penundaan pemberangkatan,"kata Borkat dalam rekaman video.

BACA JUGA   Jual Tiket "Bodong", Pemilik Nitari Travel Diperiksa Polisi, Anak Siantar Jadi korban



Penulis  : samuel
Editor    : tagor





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.