Header Ads

Bapak Tiri Ngaku Sudah 8 Kali Berturut-Turut Juara All Bed


LINTAS PUBLIK, Rudi Hartono dulu 8 kali berturut-turut juara All England. Tapi Rudi Bahrul, 50, dari Kaltim ini justru mengaku di depan polisi, sudah 8 kali juara “All Bed” secara berturut-turut atas anak tirinya, yang berusia 16 tahub. Enak di bapak bangkrut di anak, akhirnya anak itu pun mengadu ke ibu kandungnya bla bla bla……

Sebetulnya kisah ini sudah klasik banget. Hampir tiap hari ada saja bapak tiri yang celamitan pada anak bawaan istri. Mungkin para praktisinya sudah kadung terkena bolitisasi, budeg dadakan untuk urusan yang satu ini. Sudah banyak bapak tiri celamitan ditangkap polisi, kok masih ikut-ikutan pula. Memangnya enak tidur di tahanan dengan makanan jauh dari 4 sehat 5 sempurna?


Rudi Bahrul warga Berau, Kaltim, sudah 6 tahun lalu menikah dengan Nur, 46, yang janda ditinggal mati. Karena saat menikah sudah usia kepala 4, potensi untuk punya anak lagi tipis sekali, meski Rudi Bahrul tidak impoten.

Jadi itung-itung Rudi menikahi Nurwindah sekedar untuk “obat anget” ketimbang minum beras kencur atau wedang jahe. Begitu juga Nur, dulu mau dinikahi duda Rudi juga karena sekedar untuk “tamba gatel” ketimbang seminggu sekali beli Kalpanax atau Salep 88. Di samping tentu saja, Rudi diharapkan jadi sumber ekonomi sehari-hari.

Rumahtangga tanpa anak hasil jerih payah sendiri, rupanya hambar juga rasanya. Itu yang dirasakan Rudi Bahrul sekarang. Dia kerja banting tulang dan sedikit “banting-bantingan”, hanya untuk ngempani anak orang, bukan produksi sendiri. Tapi itu resikonya mau kawin dengan janda punya anak bawaan. Demen sama emaknya, ya harus siap merawat anaknya. Jangan hanya butuh syahwat, tapi merawat ogah.

Rudi Bahrul benar-benar merasa jenuh hidupnya belakangan ini. Tapi di dalam kebosanan itu tiba-tiba muncul cahaya kegairahan saat melihat anak tirinya, yang sekarang mulai beranjak dewasa. Dalam usia dua windu sekarang, nampaknya kok sekel nan cemekel, gitu. “Terus aja Bleh. Semua pekerjaan itu bila diawali dengan minat, tentu akan menuai sukses. Itu……!” kata setan meniru gaya motivator Mario Teguh dulu.

Karena Bahrul memang bukan sahabat super, dengan mudah termakan rayuan setan gundul tersebut. Saat istrinya pergi arisan, diam-diam dia melobi anaknya, agar sudilah kiranya melayani kebutuhan syahwatnya. Tentu saja si ABG menolak dengan tegas. Soal begituan kan sudah menjadi domain ibunya, kenapa anak yang harus jadi tiban? “Bapak kalau ketemu Rocky Gerung dicap dungu lho!” kata si anak mengingatkan.

Karena anak itu tetap menolak, akhirnya Rudi Bahrul mengancam. “Jika tak mau melayaniku, ibumu saya ceraikan dan sekolahmu di SMA siapa yang membiayai?” Ngeri juga anak itu pada akhirnya, sehingga akhirnya dia bertekuk lutut dan berbuka paha untuk ayah tirinya. Karena kali pertama, si ABG meringis, Bahrulnya yang merenges.

Dikasih sekali ternyata Bahrul jadi ketagihan. Asal rumah sepi anak itu selalu dipaksa untuk berbagi kenikmatan dengan prosentasi Bahrul 55 persen dan Farida 45 persen. Benar-benar Rudi Bahrul meniru usulan Amien Rais ketika Prabowo mau diajak rekonsiliasi oleh presiden terpilih Jokowi.

Lantaran selalu dijadikan budak nafsu oleh ayah tirinya, lama-lama anaknya capek dan stress juga, sehingga kemudian dia memberanikan diri lapor ke ibunya, apa pun resikonya. Mendengar pengakuan putrinya yang bla bla bla……tersebut, kaget juga Ny. Nur. Maka ketika ketemu langsung saja Bahrul didonder dengan sejumlah pertanyaan. Tapi rupanya suami mau mengelak dengan mengatakan, “Alah, ini kan cuma mesum enteng-entengan Ma….”

Wong sampai menggauli anak tiri kok dibilang mesum enteng-entengan, lha yang berat-beratan seperti apa? Saking jengkelnya Nur segera lapor ke polisi Polsek Batuputih. Tahu dilaporkan ke polisi, Rudi Bahrul mau kabur, tapi keburu ditangkap warga dan diserahkan polisi. Dalam pemeriksaan dia mengakui, baru 8 kali menggauli anak tirinya secara berturut. Benar-benar seperti Rudi Hartono di All England saja.

Bahrul juga 8 kali berturut-turut di All Bed.

sumber  : posk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.