Header Ads

Ditanya OTT Polda Sumut, Hefriansyah : Bodoh Kali itu Mau Ngasih


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah mengaku tidak tahu pemotongan uang intensif upah pungut pajak sebesar 15 persen yang menjadikan Kepala BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan Daerah), Adiaksa Purba dan Erni Zendrato, bendahara pengeluaran BPKAD Kota Pematangsiantar sebagai tersangka dalam OTT Polda Sumatera Utara.

Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah mengaku tidak tahu pemotongan uang intensif 
Dia mengatakan bahwa pembayaran insentif pemungutan pajak disetorkan melalui rekening. Bukan pembayaran apalagi pemotongan secara manual.

"Ke rekening. Bodoh kali itu mau ngasih ngasih kek gitu,"kata Hefriansyah, Senin (15/7/2019) di gedung DPRD Kota Pematangsiantar.

Dalam kesempatan itu juga, Hefriasnyah mengaku bahwa pemotongan insentif upah pungut pajak tidak terkait kebijakannya. Ucapan bantahan langsung dialamatkan kepada awak media yang mewancarainya. Dia mengatakan punya "mainan lain".

"Aduh kau kan tahu mainan ku. Daki dan keringat orang tak pernah ku urus,"ucap Hefriansyah.

Sambung Hefriansyah yang menjadi walikota karena Hulman Sitorus meninggal dunia, meski Adiaksa Purba ditetapkan tersangka, ia tak berniat mengganti Adiaksa Purba dari jabatan eselon 2a tersebut.

Dia mengaku akan memberikan semangat kepada dua tersangka sampai adanya kepastian hukum.

"Kita kasih semangat dulu, iya kan. Biar ada pembelaan dia dulu. Jangan terus divonis, kalian mau main ganti terus. Hancur kalilah awak. Kabag Hukum Pemko sedang melakukan pendampingan,"terangnya.

Penulis   : franki
Editor     : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.