Header Ads

Ini Soal Hadiah untuk Guru saat Kenaikan Kelas


LINTAS PUBLIK - JAKARTA,  Kenaikan kelas atau kelulusan baru saja berakhir. Sebelum masa itu, tak sedikit orangtua murid sibuk mencari cara menyampaikan ucapan terima kasih begitu anak tersayang naik kelas atau lulus sekolah.

“Ngasi hadiah ke wali kelas waktu terima raport, boleh ga sih?” Hayooo… #KawanAksi pasti pernah mendengar atau berada di posisi seperti itu. Gratifikasi atau bukan? geser kanan untuk tahu jawabannya,” demikian KPK di akun resminya di Instagram.

ilustrasi
Nah lho, jadi gimana dong? Warganet pun berbondong-bondong tanya. Sebagian keberatan bila pemberian hadiah itu disebut gratifikasi.

“Sebagai ucapan tanda terima kasih haruskah dipermasalahkan? guru adalah pencerdas kehidupan bangsa jadi wajar dong kalo ada yg ngasih hadiah sebagai tanda terima kasih,” kata akun hilmimu**affa.

“Tergantung situasi pak. Anak saya Alhamdulilah peringkat terbaik terus, tapi biarpun begitu, ga da salahnya dalam 1 th sudah mendidik sy memang kasih tp ga besar, apalagi guru di kampung gaji brp sih. Bedalagi klo memberi untuk mendongkrak nilai si Anak, itu baru ga boleh,” kata akun widya_d**yaa_mina.

Hal sama disampaikan akun haham**ahhh. “Kalo setelah bagi rapot tetap disebut gratifikasi ya min? Bukannya nilai udh keluar dan gabisa diubah lagi? soalnya ini terjadi sama ibuku yg guru pns di smp,” ujarnya.


“Saya kira gratifikasi itu ketika proses penilaian belum selesai. Jadi ada kekhawatiran guru tsb akan terpengaruh keobjektifannya dalam menilai siswa. Nah kalau saat bagi rapot, ada ortu mau ngasih, biasanya memang itu bentuk rasa terima kasih. Krn bingung gimana cara balas jasanya, jadi aja ortu memilih ngasih. Toh bukan paksaan. Gmn kalo bagi rapot pas gurunya ultah trus ortunya pengen ngasih kado ultah. Gmn min? Kan bisa aja gitu?” sambung akun zahratunr**ha

Namun ada pula yang memyampaikan hal sebaliknya. “Gratifikasi apa bukan,tapi kasihan kpd anak2 yg gak bisa kasih apa2.apa lagi kalo gurunya me wajibkan.kan sedih @offical.kpk,” kata akun triw**aya.

“Pernah ato selalu setiap terima raport ank sya, itu yg di tunggu gurunya…,” lanjut akun elita7**rina.

Jadi, KPK tanya lagi nih, “guru atau wali kelas yang menerima hadiah dari orangtua muridnya setiap penerimaan rapor atau kenaikan kelas gratifikasi bukan ya?”

Ternyata dilarang!

“Ini praktek yang cukup umum terjadi. Apakah guru tersebut pegawai negeri? Jika ya, tentu menjadi gratifikasi yang dilarang,” sambung KPK. “Jika swasta, baiknya tentu diterapkan kode etik untuk hal seperti ini. ini saatnya kita merubah kebiasaan semacam itu dan berhenti memberikan hadiah serupa.”

Nah, saatnya kita mengubah kebiasan ini. Terima kasih yang tulus bisa dilakukan dengan menunjukkan sikap hormat pada para pahlawan tanda jasa ini. Sepakat nggak nih?

sumber  : posk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.