Header Ads

Perjuangan Rakutta Sembiring Brahmana Segera Terbit, Pernah Walikota Siantar, Bupati Karo dan Asahan, Ini Kata Cucunya


Catatan : Tagor Sitohang, SH

Mungkin tak banyak pemuda sekarang yang tahu sejarah dan ketokohan seorang  Rakutta Sembiring Brahmana yang pernah mengabdi kepada pemerintahan Indonesia mulai pemuda hingga akhir hayatnya.

Rakutta Sembiring Brahmana atau lengkapnya Rakoetta Sembiring Brahmana lahir di Kuala, Tiga Binanga, Karo, Sumatra Utara, 4 Agustus 1914  dan  meninggal di Kabanjahe, Karo, 28 Januari 1964 pada umur 49 tahun.

Rakoetta Sembiring Brahmana adalah seorang tokoh penting pada masa awal kemerdekaan Indonesia di Tanah Karo, Sumatra Utara. Murid Taman Siswa Medan, awal kariernya dimulai dengan mengikuti pelatihan sipil dan kemudian turut serta dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

BACA JUGA  Hanya 3 Nama Lapangan di Siantar, Salah Satunya Lapangan Melanthon Siregar, Ini Dua Lagi

Nancy Meinintha Brahmana dimakam Rakoetta S. Brahmana/ist
Setelah kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1946, Rakutta Sembiring Brahmana kemudian dipercaya sebagai pemimpin di wilayah Sumatara bagian Utara, yaitu sebagai Bupati di Kabupaten Karo.

Pada tahun 1954 hingga 1960 dirinya kemudian dipindah tugaskan ke daerah Asahan. Di Asahan Rakutta menjabat sebagai Bupati Asahan dan Wali Kota Tanjung Balai dan pernah menjadi Anggota Konstituante RI dan Recidence Biro Urusan Antara Daerah Prov. Sumatra Utara.

Kemudian pada tahun 1960-1964 dia kembali dipercaya sebagai Wali kota Pematang Siantar menggantikan Djamaluddin Tambunan.

Kisah kepemimpinan dan perjuangan Rakoetta Sembiring Brahmana akan dibuat dalam buku bioggrafi, hal ini dibenarkan Nancy Meinintha Brahmana kepada lintaspublik.com.

"Benar, kami saat ini akan membuat satu buku biografi Rakoetta Sembiring Brahmana, dan saat ini sedang penyelesaian tulisan, mudah-mudahan dalam waktu dekat selesai dan dapat dibaca masyarakat Sumatera Utara,"kata Nancy Meinintha Brahmana cucu dari anak pertama Rakoetta Sembiring Brahmana ketika dihubungi, Kamis (18/7/2019).

BACA JUGA  Mana yang Benar, Lapangan Melanthon Siregar atau Lapangan Farel Pasaribu?, Ini Kata Kadis Pariwisata

Permohonan tjuti (Cuti)  9 hari yang diajukan walikota Pematang Siantar Rakoetta S. brahmana kepada Gubernur untuk melangsungkan perkawinan anak pertamanya.
Nancy Meinintha Brahmana menjelaskan,  Biografi Rakoetta S. Brahmana ditulis Dr. Suprayitno, dan Jurnal mengenai Rakoetta akan terbit di Universitas Gajah Mada Jogjakarta.

"Mohon doa masyarakat Sumatera Utara, khsususnya doa anak-anak Siantar, Tanah karo, dan Asahan, karena sejarah kakek saya akan tertuang dalam tulisan ketika dia mengabdi menjadi Walikota Siantar, Bupati Karo dan Bupati Asahan,"jelas Nancy.

Kiprah Rakoetta Sembiring Brahmana bukan saja sampai di tiga daerah Tanak karo, Siantar dan Asahan saja, bahkan Rakoetta Sembiring Brahmana berkiprah memekarkan kota Tanjung Balai masa itu.

"Didalam buku itu nantinya juga dituliskan kiprah Rakoetta Sembiring Brahmana menjadikan (memekarkan) kota Tanjung Balai,"ungkap Nancy, bahwa Rakoetta Sembiring Brahmana juga pernah menjadi dosen Nommensen dan ketua Silalahi Sabungan.

Tidak sampai disitu, kisah kehidupan Rakoetta Sembiring Brahmana juga akan dituliskan dalam Biografi itu, termasuk Rakoetta Sembiring Brahmana yang anti Korupsi (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme masa kini).

"Rakoetta Sembiring Brahmana itu anti KKN, tak mau disuap hingga akhir hidupnya,"ujar Nancy, memberitahukan bahwa Rakoetta Sembiring Brahmana selama hidupnya telah menghibahkan tanahnya untuk Makam Pahlawan di Kabanjahe dan  sebelahnya Panti Asuhan.

BACA JUGA  Pro Kontra Tugu Raja Siantar, Ini Sekilas Sejarah di Lapangan H. Adam Malik

Tertuli dalam nisan Rakutta Sembiring Brahmana masa pekerjaannya, Bupati Karo, Bupati Asahan dan Walikota Siantar.
"Saya bangga menjadi cucu beliau, walaupun diakhir hayatnya beliau tetap miskin, tapi selama mengabdi beliau banyak membantu masyarakat, dan bahkan anak-anaknya juga tidak ada yang kaya,"tulis Nancy yang juga ketua lembaga Rakoetta Brahmana Center.

Lagi Nancy Meinintha Brahmana menambahkan, bahwa Rakoetta Sembiring Brahmana
adalah anggota konstituante yang turut menandatangani menuntut kembalinya Republik Indonesia Serikat kembali menjadi Republik Indonesia sesuai dengan landasan Pancasila dan UUD 1945.

"Saya harapkan, siapapun yang memiliki dokumen mengenai Rakoetta Sembiring Brahmana untuk memberikan informasinya terutama masa bergerilya di Tanah karo, Walikota Siantar, Bupati Asahan dan Tanjungbalai. Mungkin ada yang menyimpan dokumen maupun foto Rakoetta Sembiring Brahmana, kami sangat mengharapkan,tutup Nancy.

BACA JUGA  Group Anak Siantar Sumbang Pakaian Sekolah ke Panti Asuhan Elim HKBP

Tanda pembayaran pensiun istri Rakoeta Sembiring Brahmana
Informasi yang dihimpun lintaspublik.com Rakoetta Sembiring Brahmana adalah Wali Kota Pematangsiantar ke-3 Masa jabatan 1960–1964 saat itu dipimpin Presiden Soekarno dan Gubernur Sutan Kumala Pontas.

Rakoetta Sembiring Brahmana adalah Bupati Asahan ke-2, Masa jabatan 1953–1959
Dipimpin Presiden Soekarno, dan Gubernur pada pada masa itu Sutan Mohammad Amin Nasution.

Rakoetta Sembiring Brahmana adalah Bupati Karo ke-1 (pertama), Masa jabatan 1946–1953
dan pada saat itu pemerintahan masih dipimpin Presiden Soekarno, Gubernur Teuku Moh. Hasan

Sementara istrinya bernama Ngamini Br. Sebayang, dan Rakoetta Sembiring Brahmana memiliki anak Brahma Putra SB, Netapken SB, Hidjrah SB, Fajarriah SB, Asahani SB, dan Patih Maka SB.*







Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.