Header Ads

240 Kg Ganja di Kompresor Diduga Dikendalikan Napi LP Cirebon


LINTAS PUBLIK - JAKARTA,  Sebanyak 240 kilogram ganja (sebelumnya disebut 200 kg) yang ditemukan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam tabung las, dan tabung kompresor. Barang haram yang dikirim dari Aceh itu pun dikendalikan oleh seorang narapidana dari lembaga Pemasyarakatan (lapas) Cirebon.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, butuh waktu hampir lima jam pihaknya yang dibantu petugas pemadam kebakaran akhirnya bisa mengeluarkan ratusan kilogram ganja. “Dari perhitungan awal, jumlah ganja yang kami temukan sebanyak 240 kilogram,” katanya, Kamis (8/8/2019).

Petugas BNN memotong tabung gas dan kompresor berisi 240kg ganja di halaman SD Negeri di Kramatjati, Jakarta Timur.
Arman mengaku kesulitan membongkar paket ganja yang disembunyikan dalam mesin kompresor, tabung karbit, dan peti besi. Namun dengan perjuangan panjang dan dukungan dari pemadam dan Polsek Kramatjati, akhirnya semua barang bukti bisa didapatkan.

“Ini akan kami tindaklanjuti setelah semua bukti kami kumpulkan dan juga keterangan-keterangan dari tersangka yang kita amankan,” tambahnya.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, petugas akhirnya bisa meringkus dua pelaku lain. Dan hasilnya, juga diketahui pengiriman ganja itu dikendalikan oleh seorang napi. “Kami menduga jaringan ini dikendalikan oleh salah satu narapidana di Lapas Cirebon,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Nakotika Nasional (BNN) membongkar penyeludupan narkoba di halaman SDN Kramat Jati 02 Pagi, Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2019). Sebanyak 240 kilogram ganja yang disembunyikan didalam tabung las, hingga tabung kompresor ditemukan petugas.

Sebanyak empat orang tersangka yang terlibat dalam sindikat itu diamankan petugas BNN yang menggerebeknya dengan bersenjata lengkap. Saat ditangkap, salah seorang ibu dari tersangka menangis karena tak percaya melihat anaknya terlibat dalam sindikat narkoba lintas daerah itu.

sumber  : posk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.