Header Ads

349 Warga Simalungun Terjangkit DBD, 2 Meninggal, Ini Kata Dinas Kesehatan


LINTAS PUBLIK - SIMALUNGUN, Dimusim penghujan kita ketahui adalah sebagai musim perkembangan nyamuk demam berdarah yang bisa menyebabkan kematian pada manusia setelah tertular virus melalui gigitan nyamuk demam berdarah.

Dr. Rudi Pangaribuan
Dr. Rudi Pangaribuan selaku Kabid P2P ( Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit ) melalui Gimrood Sinaga Skm.Mkm sebagai Kasi P2PM ( Pemberantasan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular ) dinas kesehatan kabupaten Simalungun saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (28/8/2019) menghimbau

" Supaya masyarakat proaktif terhadap lingkungan, pertama mengenai pembuangan barang barang bekas atau sampah yang berpotensi bisa menyimpan air seperti botol botol aqua, plastik, ban bekas dan jangan sering menggantung pakaian kotor, dan mengosongkan bak mandi satu kali seminggu.

Masa perkembangan bibit nyamuk sewaktu masa jentik adalah tujuh hari yang selanjutnya akan memasuki masa dewasa. masa jentik dapat hidup hanya di dalam air yang tidak bersentuhan dengan lantai ataupun tanah sehingga saat kita membuang air jentik tersebut akan bersentuhan dengan lantai ataupun tanah dan dengan sendirinya jentik akan mati.

Ciri ciri nyamuk demam berdara adalah berwarnah hitam yang dilingkari garis putih pada bagian tubuh nyamuk." ujarnya

Gimrood Sinaga juga menjelaskan, dalam kurun waktu mulai januari hingga juli 2019 telah mendapatkan laporan sebanyak 349 orang tertular penyakit demam berdara akibat gigitan nyamuk yang antara lain pada bulan januari 63 orang, Pebruari 48 orang, Maret 74 orang, April 38 orang, Mei 38 orang, juni 45 orang dan juli 43 orang dan meninggal 2 orang.


penulis : robin
editor   : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.