Header Ads

Digelari "Daltung" Korwil Panei Tongah Mencak-mencak : "Tidak Benar, Saya Siap Dipanggil DPRD"


LINTAS PUBLIK - SIMALUNGUN,  Adanya tuntutan masyarakat kepada Agustinus Sitanggang, Spd sebagai Korwil (Kordinator Wilayah) Dinas Pendidikan kecamatan Panei, kabupaten Simalungun agar kinerjanya dievaluasi.

Menurut Agustinus Sitanggang bahwa pernyataan (berita) itu tidak benar, dan menurutnya berita atau yang dihembuskan itu adalah "fitnah" dan tidak mendasar.

"Itu yang memberi informasi hanya orang yang tidak suka sama saya saja pak, karena mereka mungkin ada niat mau menjatuhkan saya. Tidak benar saya ada meminta-minta uang,"ungkap Agustinus Sitanggang, menghubungi lintaspublik.com, Sabtu (3/7/2019) sekitar pukul 17:30 Wib.

BACA JUGA  Gelar "Daltung" Sampai ke DPRD, Benrhard Damanik : Kita Minta Kowilnya Dievaluasi
Agustinus Sitanggang (kiri) dan Benrhard Damanik
Agustinus Sitanggang yang tinggal di Siantar ini siap mempertanggung jawabkan tuntutan masyarakat khususnya guru-guru yang dirugikan dirinya, yang katanya meminta uang untuk surat yang ditandatagani.

"Saya siap mempertanggung jawabkan, bahwa saya bersih tidak ada meminta-minta uang untuk tandatangan saya, bila DPRD memanggil juga saya siap, dan saya siap dipertemukan orang-orang yang katanya keberatan atas kinerja saya,"jelasnya.

Lebih jauh Agustinus menjelaskan, bahwa dirinya benar pernah dihubungi wartawan lintaspublik.com, tapi mengabaikan pesan konfirmasi yang dilayangkan.

"Memang benar ada wartawan lintaspublik.com menghubungi saya konfirmasi masalah keberatan guru-guru, tapi konfirmasi itu tidak saya balas,"terang Agustinus, bahwa tidak membalasnya dirinya karena tidak kenal.

"Sayakan ngak kenal sama wartawan bapak, jadi saya tidak balas. Tapi tolonglah pak diluruskan, bahwa saya tidak ada minta-minta uang sama mereka,"ujar Agustinus minta maaf karena tidak membalas konfirmasi akhirnya pemberitaan menyudutkan dirinya.

"Memang jujur saya jadi dirugikan atas pemberitaan itu, karena tidak ada penjelasan saya, saya siap dipertemukan dan mempertanggung jawabkan kalau mereka menuntut katanya saya minta uang,"tutur Agustinus berjanji siap menjelaskan masalah yang sebenarnya.

"Makanya pak, kalau dikonfirmasi jelas dong, kan bapak pelayan publik (masyarakat) dikonfirmasi harus siaplah menjawab, masa beberapa kali dikonfirmasi tetap bapak cueki,"-redaksi-.

Guru-guru Keberatan pelayanan Korwil Kecamatan Panei 

Berita sebelumnya masyarakat memberitahukan bahwa pelayanan Korwil (Kordinator Wilayah) Dinas Pendidikan kecamatan Panei sangat mengecewakan, parahnya lagi Korwil diduga mencari keuntungan atas posisi jabatannya, apabila ada meminta tandatangan dan stempel surat untuk guru-guru untuk melengkai berkas ke Dinas pendidikan Kabupaten Simalungun. Korwil selalu meminta imbalan, karena seringnya dimintai uang oleh Korwil guru-guru mengelarinya "Daltung" Dalani untung (jalan mencari untung).

BACA JUGA  Sering Minta Uang, Korwil Dinas Pendidikan ini Digelari "Daltung"

Sitanggang, salah satu kepala sekolah yang mau pensiun juga pernah mengeluhkan sikap "Daltung" yang mempersulit pengurusan berkas pensiun hingga tiga bulan tidak ditanda tanganinya. dengan berbagai macam alasan, tetapi setelah kepala sekolah itu memberikan uang langsung ditanda tanganinya.

"Kasih uang baru ditandatangani Daltung,"katanya kepada media ini.

Berita ini pun sampai ketelinga DPRD Simalungun, Benrhard Damanik anggota DPRD meminta kepala Dinas Pendidikan Simalungun untuk mengevaluasi Korwil di  kecamatan Panei, kabupeten Simalungun itu.

"Kalau dia minta-minta uang, secara tidak langsung telah mempermalukan dinas pendidikan, jelas itu dilarang,"kata Benrnhard Damanik.

"Itu sudah ngak benar, pelayan atau abdi negara (PNS) minta uang untuk menandataagani surat-surat yang seharusnya tanggung jawabnya,"tambahnya lagi.


Penulis : robin
Editor   : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.