Header Ads

Bangunan WC di Lokasi Prasasti Merah Putih Harus Dibongkar?, Veteran : Kami "Mengutuk" Bangunan WC Itu ...


LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Lokasi bersejarah berupa Situs (Prasasti) dimana Bendera Pertama dikibarkan di Siantar 27 september 1945 dibangun menjadi WC (toilet umum) membuat para veteran murka dan marah.

Para veteran menganggap Pemko Pematangsiantar melupakan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

"Wilayah (lokasi) itu sangat sakral, dimana dulu pertama kali kita dapat mengibarkan bendera Merah Putih, kenapa harus dibangun disitu WC umum, itu namanya pelecehan sejarah,"ungkap Kartiman Marbun ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LVRI Kota Pematangsiantar kepada lintaspublik.com, Senin (23/9/2019) di kantor LVRI jalan Diponegoro Pematangsiantar.

Menurut Kartiman Marbun, bahwa dirinya sudah membaca beberapa surat kabar dan media online, karena adanya bangunan WC dilokasi bersejarah itu.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengigat, manghargai dan menghormati jasa-jasa Pejuang Kemerdekaan dan Prasasti

"Saya sudah baca berita itu, ini kami masih kordinasi bagaimana melaporkan kejadian itu, baik nantinya secara hukum atau administrasi,"katanya, LVRI Siantar masih kordinasi ke LVRI Propinsi dan LVRI Pusat di Jakarta.

Kata Kardiman lagi, sebagai pejuang Seroja, kami tidak tinggal diam, karena situs sejarah itu harus diselamatkan, karena kalau hal ini terjadi maka Pemko Siantar nantinya semena-mena mengeser situs-situs sejarah yang telah ada.

"Kami tidak pernah diberitahukan adanya bangunan yang dirombak atau digeser, nilai sejarah itu sangat penting, jadi kalau lokasi itu dibangun WC itu sudah keterlaluan, kami dari veteran sangat "mengutuk" bangunan WC itu, sama saja kita mencoreng wajah pahlawan kita dengan kotoran,'jelas Kardiman.

"Seharusnya lokasi itu dipercantik, dibuat taman, dan hiasan perjuangan berupa ornamen perjuangan bangsa. Bukan justru jadi WC, keterlaluan itu!," kata Kardiman dengan nada tinggi.

M. Dahlan sekretaris LVRI Siantar menambahkan, ada sekitar 50 anggota LVRI dan yang aktif sekitar 20 orang, kaget mendengar adanya lokasi bendera Merah Putih pertama kali dikibarkan dibuat jadi WC.

Dilokasi Prasasti Dibangun WC umum dan ruang ganti.
"Kaget kali kami bang, masa lokasi sakral dibangun WC, itu sudah pelecehan, harus secepatnya dibongkar, sebelum tempat sakral itu menjadi "kotor", dan orang-orang tidak tahu membuang kotorannya ke WC yang ternyata lokasi itu adalah tempat Pertama kali Bendera Merah Putih dikibarkan yang sejarahnya penuh darah dan air mata dikala itu,"jelasnya.

Informasi yang dihimpun lintaspublik.com, lokasi Prasasti pertama kalinya Merah Putih dikibarkan kini terlihat dibangun WC umum, dan kabarnya dilokasi itu dulunya akan dibangun ornamen perjuangan, peningkatan prasasti, taman dan air mancur.

Seorang laki-laki yang juga ANS di Pemko Siantar yang namanya tidak mau dipublikasikan kepada media ini mengungkapkan, bahwa benar dulunya sudah dirancang peningkatan lokasi prasasti dimana bendera Pertama kali dikibarkan di Pematangsiantar akan dibangun taman, air mancur, dan tempat duduk.

"Nama proyeknya dulu peningkatan prasasti Bendera Merah Putih Pertama di Siantar, jadi kami lihat perencanaannya ada taman, air mancur, dan ornamen sejarah, berupa patung perjuangan, dan tentunya bendera Merah putih, Yang lebih menarik lagi ada lampu hiasan yang mengitari lokasi,'ungkapnya.

Ketika akan dikonfirmasi diduga ada perubahan penamaan proyek dari peningkatan prasasti bendera  pertamakali dikibarkan di Siantar menjadi proyek Toilet (WC) dan tempat ganti baju di lokasi prasasti dilokasi kompleks  gedung Touris Informasi Center (TIC) Parkiran Pariwisata jalan merdeka Pematangsiantar, Kadis Pariwisata Kusdianto tidak berada diruang kerjanya.

"Bapak kadis sedang berada di Kalimantan, ada acara mewakili walikota Siantar,"kata seorang ASN laki-laki berkaca mata di kantor Dinas pariwisata jalan Singosari.

Terbongkar, Ternyata Dilokasi Prasasti Sebelumnya Direncanakan Taman

Perlu diketahui Bangunan Prasasti Bendera Pertama dikibarkan di Siantar 27 september 1945 dibangun oleh tim khusus perencana/pelaksana pembangunan tetengger di kodya tingkat II Pematangsiantar, SK walikota tingkat II Pematangsiantar no.130/15.WK/1996 tanggal 29 Januari 1996.

"Karena tempat itu adalah sejarah perjuangan bangsa, Seharusnya pemko merapatkan dulu  bagaimana membangun dilokasi itu. Karena lokasi tiu adalah sakral, dimana ribuan orang menangis mengibarkan bendera Merah Putih pertama kali  di Siantar, tandanya benar Indonesia telah merdeka,"ujar B. Panjaitan salah seorang anak Veteran pejuan'45, yang siap mengawal para veteran agar bangunan WC itu dirubuhkan, dan dibangun kembali, agar prasasti dan bendera dilokasi itu tampak cantik dan berwibawa, sebagaimana kita menghargai para pahlawan.

"Jangan sesekali melupakan sejarah, kami juga sebagai anak veteran pejuang'45 menyesalkan adanya bangun WC itu. Itu sama saja melecehkan perjuangan bangsa yang telah merebut kemerdekaan dengan darah dan air mata, masa dihargai dengan WC,"tanya Panjaitan di temuai di jalan Merdeka.


Penulis   : tim
Editor     : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.