Header Ads

Jangan Karena Demo, Karyawan yang Jadi Korban


LINTAS PUBLIK-SIMALUNGUN,  Adanya demo Buruh ke PT Indorasa Prima Sukses di Jalan Hok Salamuddin, Siantar Estate,Kabupaten Simalungun, Selasa (17/9/2019) menuai reaksi dari pengurus Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI - KSPSI).

Cinco Purba Ketua FSPTI - KSPSI kota Pematangsiantar mengatakan, agar pendekatan kekeluargaan diutamakan dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

"Semua punya kepentingan dalam satu perusahaan (punya hak dan kewajiban), tapi jangan karena beberapa orang buruh  ratusan buruh lainnya terganggu bekerja,"kata Cinco Purba kepada lintaspublik.com, Senin sore.


Menurut Cinco Purba, pihak perusahaan juga pasti punya niat baik bagaimana usaha berkembang dan dan karyawannya sejahtera.

"Ada sekitar 220 karyawan di PT Indorasaprima Sukses Gemilang Agung yang kehidupannya harus diselamatkan, dan disejahterakan. Harapan kita mari sama-sama mengemban tanggungjawab sesuai aturan,"jelas Cinco Purba, diharapkan jangan karena demo pekerjaan karyawan yang dikorbankan.

"Saya yakin negoisasi dapat dikedepankan antara kedua belah pihak, baik karyawan dan pihak perusahaan. Karena kita ketahui akibat demo kedua belah pihak pasti dirugikan,"ungkap Cinco yakin pihak PT Indorasaprima Sukses Gemilang Agung taat aturan.

Terpisah, Personalia PT Indorasaprima Sukses Gemilang Agung membantah seluruh tuduhan para buruh yang demo. Ia mewakili perusahaan mengatakan tidak benar ada pekerja yang bekerja selama 20 jam. Agung yang turut dalam barisan buruh yang pro ke perusahaan mengharapkan seluruh buruh tidak melakukan aksi demo lagi.

"Kita bekerja sistem borongan yang ditentukan dengan Disnaker yang berjalan cukup lama. Puluhan tahun. Lebih baik kita bicara bersama. Tidak ada kerja 20 jam. Kalau ada orang sanggup kerja 20 jam saya temani 3 bulan. Itu bohong,"katanya.

Saat melakukan aksi, buruh yang demo disambut buruh yang berpihak ke perusahaan. Tampak 100 meter dari gerbang perusahaan, buruh yang pro ke perusahaan juga merapatkan barisan. Dengan kata lain, buruh yang tergabung dengan SBSI dan buruh yang berpihak ke perusahaan saling berhadapan. Adu argumentasi sempat tidak terhindarkan. Namun, aparat Polsek Bangun dengan ketat melakukan pengawalan.


Penulis   : tim
Editor     : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.