Header Ads

Profil BJ Habibie, Presiden ke-3 RI yang Juga Bapak Teknologi Indonesia


LINTAS PUBLIK - JAKARTA, BJ Habibie tutup usia di umur 83 tahun. Presiden RI ke-3 yang dikenal sebagai bapak ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia itu meninggal dunia setelah dirawat sejak beberapa hari lalu.

Dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (11/9/2019), Habibie lahir di Parepare, Sulsel, pada 27 Juni 1936. Ia merupakan Presiden RI ke-3 menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri pada 1998 lalu. Sebelumnya, Habibie menjabat sebagai wakil presiden.

Ainun bersama Habibie. (Dok. Instagram/@b.jhabibie)
Habibie yang merupakan anak ke-4 dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA Tuti Marini Puspowardojo menuntut ilmu di SMA Kristen Dago. Ia lalu belajar tentang keilmuan teknis mesin di Fakultas Teknik Universitas Teknologi Bandung pada tahun 1954.

Pada 1955-1965, Habibie melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi kontruksi pesawat terbang di RWTH Aachen, Jerman Barat hingga menerima gelar doktor ingenieur dengan predikat summa cum laude.

Karir Habibie di bidang teknologi sangat moncer. Ia pernah bekerja di sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, Messerschmitt-Bölkow-Blohm. Atas prestasinya, Habibie pun dilirik oleh Presiden Soeharto. Ia awalnya menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi pada 1978 hingga 1998.

Bukan hanya kepada Indonesia, kiprah Habibie cukup berpengaruh di dunia. Ia dikenal mahir dalam membuat pesawat. Beberapa pesawat yang berhasil dibuat oleh Habibie adalah R80 dan N-250. Habibie diketahui juga ikut serta mendesain pesawat angkut militer C-130 Hercules. Ia pun juga punya andil dalam terciptanya pesawat Do 31, jet transportasi eksperimental VTOL Jerman Barat yang dibangun oleh Dornier.

Puncak karir Habibie adalah saat ia diangkat sebagai Presiden pada 1998. Ia diangkat menjadi presiden pada 21 Mei 1998, setelah sebelumnya menjabat sebagai Wapres sejak 14 Maret di tahun yang sama.

Tak sampai 2 tahun, Habibie pun digantikan oleh Abdurrrahman Wahid pada 20 Oktober 1999. Habibie juga merupakan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang pertama. Ia terpilih secara aklamasi pada tanggal 7 Desember 1990.

Kisah cinta Habibie dan istrinya, Hasri Ainun Besari sangat fenomenal. Bahkan kisah cinta pasangan yang menikah pada 12 Mei 1962 tersebut diangkat ke layar lebar hingga menjadi sekuel.

Ainun dikenal setia menemani Habibie. Bahkan Ainun rela menemani suaminya tinggal di Jerman dalam keadaan pas-pasan ketika Habibie tengah meniti karirnya.

Untuk mengabdi kepada keluarga, Ainun bahkan rela melepaskan karirnya sebagai dokter. Habibie dan Ainun dikarunia dua orang putra, Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

Saat Ainun Habibie meninggal pada 25 Mei 2010 karena kanker ovarium, masyarakat Indonesia turut merasakan duka Habibie. Ini mengingat, Ainun senantiasa selalu menemani Habibie, meski ternyata ia sedang sakit. Habibie pun lalu membuat sebuah buku tentang perjalanan cintanya dengan Ainun.

Ainun Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Habibie diketahui tak pernah absen datang ke makam Ainun.

Hal senada juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Jokowi memuji sosok Habibie sebagai ilmuwan kelas dunia dan bapak teknologi Indonesia.

 Jokowi-JK bersama presiden terdahulu, termasuk BJ Habibie. 
"Bapak Habibie dikenal sebagai seorang ilmuwan kelas dunia, bapak teknologi Indonesia, Presiden Republik Indonesia ketiga," kata Jokowi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/9).

Dia mengatakan Habibie sebagai sosok yang menjadi teladan. Jokowi menyampaikan rasa dukacita atas nama rakyat Indonesia.

"Saya atas nama seluruh rakyat Indonesia dan pemerintah menyampaikan duka yang mendalam, menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah Bapak Prof BJ Habibie," ujarnya.

BJ Habibie tutup usia pada pukul 18.05 WIB hari ini di RSPAD Gatot Soebroto. Habibie meninggal dunia setelah dirawat sejak Minggu (8/9) lalu.

"Telah meninggal pukul 18.03. Meninggal karena sudah menua, kemarin kan saya katakan gagal jantung karena penuaan. Organ-organ melemah menjadi tidak kuat lagi. Pukul 18.05 jantungnya dengan sendiri menyerah sampai titik akhir. Saya ada di situ," ungkap Putra BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie.

sumber   : det 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.