Header Ads

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan: 2 Kali Gubernur Sumut Gol


LINTAS PUBLIK - MEDAN,  Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, mendatangi Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (1/10/2019). Tak ada jadwal sebelumnya dari Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut kedatangan mantan petinggi Polri itu, sehingga hampir luput dari pantauan media.

Basaria Panjaitan
Ternyata, Basaria membawa pesan penting soal Strategi Nasional (Stranas) pencegahan korupsi. Basaria juga menyinggung 2 kali Gubernur Sumut gol alias mendekam di balik jeruji karena kasus korupsi.

"Di Sumatra Utara itu memang sudah dua kali, jadi kita berharap ke depannya harus sudah ada perbaikan-perbaikan sistem, supaya juga kepala daerahnya selamat, APIP-nya juga memberikan pengawasan, memberikan peringatan. Intinya seperti itu, tetapi ini standar aja," ujar Basaria menjawab wartawan, soal di zona seperti apa Sumut dalam praktik korupsi.

Terkait pencegahan korupsi di Sumut, Basaria dalam kegiatan Stranas pencegahan korupsi itu selain menekankan perlunya perbaikan sistem, juga harus melakukan aksi-aksi nyata mencegah praktik korupsi.

Dalam pencegahan korupsi itu, Basaria menekankan pada 3 hal utama yang selama ini berpotensi tinggi menyebabkan terjadinya praktik korupsi, yakni pengadaan barang dan jasa, rekrutmen pegawai dan perencanaan keuangan.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Pemprov Sumut, Lasro Marbun, mengatakan, Pemprov Sumut terus menindaklanjuti upaya-upaya pencegahan korupsi sebagaimana yang ditekankan KPK. Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, sebut Lasro, juga sejalan dan mendukung apa-apa yang diamanahkan KPK.

Menurutnya perbaikan sistem penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan Pemprov Sumut dan aksi-aksi nyata pencegahan korupsi, terus dilakukan serta melaporkannya secara berkala 3 bulan ke tim Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK.

Seperti diketahui, Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugoro saat menjabat Gubernur Sumut dijadikan tersangka oleh KPK dan divonis bersalah dalam kasus korupsi. Syamsul sudah bebas, sedangkan Gatot masih mendekam di penjara.

sumber   : MB 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.