Header Ads

Dendam Tahunan Berkecamuk, Tetangga Desa Tewas Diamuk


URUSAN perempuan memang bisa panjang urusannya. Seperti Mingun, 40, dari Probolinggo (Jatim) ini misalnya, dia tega membunuh Idrus, 32, tetangga desanya, gara-gara Fahira istrinya, 34, digoda korban 5 tahun lalu. Tragisnya, dia mengeksekusi Idrus di depan anaknya yang baru kelas 3 SD.

Masalah perempuan memang bisa jadi dendam yang tersimpan lama, bahkan berabad-abad. Misalkan saja Jatim-Jabar, gara-gara soal putri Dyah Pitaloka di jaman Majapahit, di Bandung tak ada nama Jalan Gajahmada, sementara di Surabaya juga tak ada nama Jalan Pajajaran. Padahal Dyah Pitaloka sendiri, setelah namanya ditambah Rieke di depan, kini tenang-tenang saja jadi anggota DPR dua periode dari PDIP.



Rupanya Mingun warga Sumber Kabupaten Probolinggo juga terus rasa sakit hatinya sejak 5 tahun lalu, ketika dapat kabar istrinya digoda oleh Idrus, lelaki tetangga desa. Maklumlah, 5 tahun lalu ketika Fahira masih langsing seksi menggiurkan, banyak lelaki yang tertarik. Tapi kebanyakan hanya tertarik saja, tak berani jadi eksekutor karena menyadari bahwa Fahira sudah milik orang.

Namun beda dengan Idrus. Meski sudah tahu bahwa Fahira ini bini Mingun, masih juga ditelateni. Setiap ketemu di pasar atau di tempat keramaian, mencoba menggodanya. Tak hanya mulut, tangan juga beraksi. “Iki lho, kok nggratil temen sampeyan.” Begitu Fahira pernah protes dengan cemberut, tapi Idrus hanya tertawa saja.

Dari sikap dan nada kalimatnya, Fahira memanng tidak merespon ajakan gila Idrus. Karena dia tak suka pada lelaki sang penggoda, tak ayal lagi dia mengadu pada suaminya, blab la bla……! Kebetulan Mingun ini termasuk lelaki “sumbu pendek”, gampang emosi. Langsung saja Idrus ditantang berkelahi.

Untuk warga berhasil memisah, bahkan Pak Kades ikut mendamaikan. Mereka dinasihati, sesama warga janganlah berkelahi hanya urusan wanita. Jangan terpecah belah hanya karena masalah sepele. Jika hubungan silaturahmi antar warga kadung retak, susah untuk memperbaikinya. Apakah harus dilem pakai aibon? Wah, harganya mahal sekali tuh, di DKI Jakarta bisa sampai Rp 82 miliar.

Ketika Mingun-Idrus sudah bersalaman, mustinya dendam hilanglah sudah. Tapi tidak demikian si Mingun. Dia terus kepikiran dan terbayang bagaimana ketika Fahira istrinya yang cantik nan langsing itu sering dijowal-jawil oleh Idrus. “Ketimbang jadi klilip (musuh), sudahlah…..habisi saja dia!” begitu kata setan saat jadi tukang kompor.

Gara-gara dikompori setan tersebut, Mingun memantapkan diri untuk bisa membunuh Idrus kapan saja, di mana saja, kalau perlu sambil minum Coca Cola. Nah, belakangan dia tahu kebiasaan Idrus, tiap pagi dan siang dia selalu antar jemput anaknya ke sekolah. “Sida mati dening aku kowe (bakal mati terbunuh olehku kamu),” ancam Mingun.

Beberapa hari lalu Mingun nyanggong (menunggu) di jalan tengah hutan kebun kopi, tempat di mana Idrus sering lewat. Dan sekitar pukul 11.00 musuh yang ditunggu itu lewat dengan sepeda motornya. Lansung saja matanya ditimpuk gumpalan tanah. Begitu Idrus terjatuh dari motornya, langsung disusul dengan sabetan clurit di tengkuk dan punggungnya.

Idrus tewas di tempat, sementara anak yang diboncengkan menangis histeris menyaksikan ayahnya tewas mengenaskan. Tapi Mingun tak peduli, dia melarikan diri menyelinap di rerimbunan hutan kebon kopi. Polisi Polsek Sumber terus memburu pembunuh berdarah dingin itu.

Padahal, Mingun masuk penjara keluarga jadi terlantar.

sumber   : posk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.