Header Ads

Ini Profil 7 Millenial yang Jadi Staf Khusus Presiden Jokowi


LINTAS PUBLIK, Presiden Jokowi secara resmi memperkenalkan tujuh orang staf khusus baru yang akan membantu di Istana. Sambil lesehan di tangga Istana Merdeka, Jokowi memperkenalkan para staf yang rata-rata berumur 30 tahunan itu.

Jokowi berharap besar pada staf khusus dari kalangan milenial ini. Ia berharap ada trobosan dan inovasi untuk mengelola negeri ini.


"Iya saya ingin ada inovasi, ada gagasan, ada ide baru, ada terobosan baru sehingga memudahkan kita dalam mengelola negara ini sehingga golnya ke sana," kata Jokowi, Kamis, (21/11).

Berikut ini profil staf khusus Presiden Jokowi dari kalangan muda:

Putri Tanjung

Putri Indahsari Tanjung merupakan putri sulung dari pengusaha kaya raya Chairul Tanjung. Gadis cantik 23 tahun ini sudah mempunyai jiwa bisnis sejak berusia 17 tahun. Bisnis yang dia tekuni bergerak di bidang event organizer, dan salah satu acara dijalankan yaitu Creative Corner.

Beberapa waktu lalu dalam sebuah acara TV Putri menceritakan, bahwa usahanya tidak pernah dibantu oleh ayahnya. Baik modal atau jaringan bisnis, semua atas kerja keras dan usaha sendiri. Menurutnya, CT mendidiknya menjadi wanita yang mandiri dan tidak tergantung dengan orangtua.

Adamas Belva Syah Devara

Selanjutnya ada Adamas Belva Syah Devara adalah pengusaha muda yang dikenal sebagai Pendiri dan Direktur Utama (CEO) dari perusahaan startup di bidang pendidikan dan teknologi terbesar di Indonesia, Ruangguru. Pada tahun 2017, ia terpilih sebagai salah satu dari 30 pengusaha muda paling berpengaruh di Asia oleh Forbes Magazine.

Pada tahun 2013, Belva menjadi orang Indonesia pertama yang diterima di program gelar ganda di Harvard University, Cambridge, Massachusetts dan Stanford University, Palo Alto, California sekaligus, dua universitas paling bergengsi di dunia.

Di Harvard University ia mengambil jurusan Master of Public Administration (Kebijakan Publik). Sedangkan di Stanford University, ia mengambil jurusan Master of Business Administration (Bisnis Manajemen).

Andi Taufan Garuda

Kemudian ada Andi Taufan Garuda. Ia adalah pendiri lembaga Peer to Peer Lending bernama Amartha. Taufan mendirikan Amartha dari modal Rp10 juta. Ia mendirikan Amartha untuk memberikan akses keuangan kepada masyarakat desa yang selalu terlibat utang dengan rentenir. Melalui pendekatan sosial bisnis, Taufan membuat lembaga keuangan dengan sistem yang mudah menggunakan pola pembiayaan kelompok.

Ia menerapkan pembiayaan berbasis kelompok atau Model Grameen, satu kelompok terdiri dari 15 hingga 25 ribu. Taufan menilai sistem tersebut baik untuk monitoring pembayaran dan meminimalisasi risiko gagal bayar.

Taufan adalah seorang sarjana Manajemen Bisnis Institut Teknologi Bandung. Ia melanjutkan pendidikan hingga memperoleh gelar Master of Public Administration dari Harvard University pada 2016.

Gracia Billy Mambrasar

Putra asal Papua, Billy Gracia Yosaphat Mambrasar ditunjuk sebagai staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Kamis (21/11). Billy saat ini tengah menempuh pendidikan di Oxford University, Inggris.

Jokowi mengatakan, Billy akan lulus Oktober 2019 nanti. Setelah itu, kata dia, Billy akan menempuh pendidikan lanjutan di Harvard, Amerika Serikat.

"Banyak berkontribusi dengan gagasan inovatif dengan membangun tanah Papua," jelas Jokowi.

Ayu Kartika Dewi

Ada juga Ayu Kartika Dewi. Ia adalah Perumus Gerakan Sabang Merauke. Ayu adalah alumnus Duke University dengan gelar MBA. Ia juga dikenal sebagai pengajar muda angkatan I Indonesia Mengajar.

Angkie Yudistia

Kemudian ada Angkie Yudistia. Ia menjadi perhatian publik karena dirinya adalah seorang tuna runggu. Dalam keterbatasan fisiknya, Angkie mampu berprestasi.

Angkie merupakan pendiri Thisable Enterprise. Lembaga ini fokus pemberdayaan ekonomi kreatif bagi penyandang disabilitas.

Karena fokus di bidang sosial ia ditunjuk oleh Presiden Jokowi menjadi jubir presiden khusus di bidang sosial.

Aminuddin Maruf

Yang terakhir ada Aminuddin Maruf. Aminuddin pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016.

Aminuddin menyelesaikan pendidikan SI nya di Universitas Negeri Jakarta. Kemudian melanjutkan S2 di Universitas Trisakti.



sumber   : merd 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.