Header Ads

Komisi II Kecewa Pemko Abaikan Siswa Berprestasi


LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Pembangunan dalam sektor pendidikan yang dijalankan Pemko Siantar selama ini menjadi hal yang paling dikoreksi Komisi II DPRD dalam rapat kerja dengan Dinas Pendidikan (Disdik), Kamis (14/11/2019).

Wingchun Pematangsiantar Rebut 2 Mendali Emas, 1 Perak, 1 Perunggu Kejurnas Wingchun di Jakarta Oktober 2019.
Konsep yang dijalankan selama ini, dinilai belum mengakomodir ruang apresiasi bagi siswa yang telah berhasil menorehkan prestasi.

Penilaian itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Hendra Pardede setelah mengorek perihal ganjaran apa saja yang telah diberikan pemko terhadap siswa berprestasi di kota itu.

“Setiap tahun masih ada beberapa pelajar yang mampu menorehkan prestasi hingga tingkat nasional. Prestasi itu tentu memberi rasa bangga terhadap pemerintah dan masyarakat,” ujar Hendra.

Namun Hendra menyayangkan pernyataan yang disampaikan Kepala Disdik Siantar Edy Noah Saragih. Dimana Kadisdik menyebutkan sampai saat ini, pemko belum punya visi terhadap pelajar berprestasi.

Yang ada masih sekadar menyediakan biaya pengantaran atau penjemputan bila ada pelajar yang akan berkompetisi ke luar kota termasuk momen untuk foto bersama dengan pejabat.

“Berarti pemko tidak menghargai pelajar yang berprestasi. Di fase peradaban sekarang harusnya pemko telah menerapkan pemberian reward atau ganjaran khusus bagi pelajar yang berprestasi. Contoh ideal memberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Konsep seperti itu diyakini bisa sekaligus menjadi stimulus bagi pelajar lain, juga mengembangkan dirinya supaya ikut berprestasi, sebagaimana esensi tujuan pendidikan. Maka itu pemberian beasiswa bagi yang berprestasi dalam bidang sains maupun di bidang minat dan bakat seperti yang telah berhasil menjadi anggota Paskibraka harus sudah diterapkan,” ujar Hendra.

Pandangan Hendra dalam rapat itu sekaligus menelanjangi atmosfir oposisi dari pandangan itu sendiri yang tampaknya menjadi konsep yang dijalankan Pemko Siantar selama ini.

“Konsep pembangunan pendidikan yang dijalankan tampak lebih cenderung memberikan sorotan terhadap siswa-siswi yang nakal. Hal itu terlihat dari skema anggaran yang lebih menonjolkan kegiatan untuk penertiban pelajar yang bolos, mulai dari pembelian mobil untuk razia serta item pendukung lainnya,” tegasnya.

Hendra dengan tegas mengatakan banyaknya prestasi – prestasi yang tidak dihargai Pemko selama ini. Ke depan, ia berharap siswa berprestasi diperhatikan.

“Karena banyak prestasi-prestasi siswa di kota Pematangsiantar yang tidak dihargai pemko selama ini,” sebutnya.

Hal senada disampaikan Suhanto Pakpahan, Anggota Komisi II lainnya. Menurutnya, sudah saatnya pemko meng-upgrade konsep pembangunan untuk sektor pendidikan, agar ke depan siswa-siswi di kota ini dapat bertumbuh-kembang dan bermanfaat selaras dengan minat dan bakat yang dimiliki masing-masing siswa.

“Apalagi untuk program yang berhubungan dengan pengembangan minat dan bakat, ini perlu didasari pada keadaan psikologis dan kemampuan dari pribadi masing-masing siswa. Saya kira ini perlu juga untuk (mulai) dikaji pihak sekolah, karena kita tidak bisa memaksa burung untuk berenang dan ikan untuk terbang, kecuali dia ‘ikan terbang’,” ujar Suhanto.

Suhanto menegaskan sudah saatnya pemko memasukkan program pengkajian minat, bakat, dan passion setiap siswa atas ragam pilihan yang ada untuk berkontribusi terhadap pembangunan.

“Setiap siswa lalu dikembangkan sesuai minat dan potensi yang dimilikinya itu, yang mana konsep seperti ini bukanlah hal baru sebab telah banyak daerah yang sudah berhasil menerapkannya. Kenapa kota/ daerah lain bisa, kita tidak bisa? Padahal Siantar dijuluki kota pendidikan. Kenapa siswa berprestasi tidak dihargai atau diberikan beasiswa?” tegasnya.

Bahkan, Ketua Komisi II DPRD Siantar Haji Rini setuju dengan apa yang disampaikan kedua anggotanya itu.

Dalam rapat tersebut, mereka meminta kepada Dinas Pendidikan agar menghargai dan memberikan penghargaan seperti beasiswa kepada siswa yang berprestasi.

“Karena dengan diberikannya penghargaan dan beasiswa kepada siswa berprestasi dapat memacu semangat – semangat siswa lain untuk berprestasi,” ujarnya dan meminta kepada Kadisdik agar segera melaksanakannya.

sumber.  : fase


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.