Header Ads

Suami Nganggur Kok ya Masih Juga Doyan Syurrr…


GATOT, 35, benar-benar suami yang tak tahu diuntung. Wong jadi lelaki pengangguran, kok masih doyan yang serba syurrr. Di rumah tugasnya momong anak, kok malah memasukkan janda ke kamar. Tentu saja Ny. Kanti, 30, istrinya ngamuk. Gatot langsung digugat cerai ke Pengadilan Agama.

Sebagai Kepala Keluarga suami wajib mencari nafkah untuk anak istrinya. Tapi karena dinamika zaman, kini sering terbalik-balik. Istrinya yang kerja banting tulang, sedangkan suami di rumah malah yang masak dan momong anak. Ini namanya revolusi rumahtangga.


Rumahtangga Gatot-Kanti yang tinggal di Surabaya awalnya tenang tentram. Meski gaji kecil, tapi dia bekerja jadi perawat. Untuk menambah pemasukan, istrinya jualan tahu seharga Rp500 bulet dan anget karena digoreng dadakan. Dengan cara demikian, kalau sekedar untuk makan sehari-hari bisalah.

Rupanya RS tempat Gatot bekerja belum laku, sehingga dia kemudian kena PHK. Mestinya setelah berhenti jadi perawat segera cari kerja yang lain, apa saja kek yang penting ada pemasukan untuk beli jajan anak-anaknya. Yang dilakukan Gatot malah hanya duduk manis di rumah, alasannya cari kerja sekarang semakin susah.

Jadi lengkap sudah penderitaan Gatot. Sudah tak bercelana cingkrang, hidupnya sehari-hari juga kecingkrangan (sengsara). Karena karakternya sudah begitu, mau diapakan lagi. Akhirnya suami istri ini alih peran. Suami yang momong anak dan masak, sedangkan Kanti yang terus berjualan tahu bulat digoreng dadakan.

Dengan status barunya, Gatot benar-benar seperti Jaka Tarub ditinggal kabur Dewi Nawangwulan ke kahyangan. Dia di rumah momong anak, juga memasak. Dia kini harus rajin baca buku resep. Bikin sayur lodeh berapa kilo berambang dan garamnya, Gatot harus tahu luar kepala. Begitu pula masak nasi, airnya harus setinggi berapa, Gatot juga harus ngelotok.

Tapi dasar Gatot tak tahu diuntung, dalam kondisi miskin ekonomi ini masih juga memikirkan punya WIL segala. Karena untuk kencan di hotel tak ada dana cukup, terpaksa si janda yang diundang ke rumah dan akhirnya “makan di tempat” saja. Bayangkan, jadi suami pengangguran saja dia masih memikirkan hal-hal yang syurrrr.

Sementara itu rejeki Kanti terus meningkat, artinya tahu goreng dadakan usahanya terus maju dalam arti cepat habis. Biasaya sampai pukul 14.00 baru pulang, belum lama ini pukul 11.00 sudah kembali ke rumah. Agaknya ini cara Tuhan untuk menjatuhkan Gatot yang kufur nikmat.

Setibanya di rumah kaget betul kok ada tas wanita di ruang tamu, siapa gerangan, apa pelangi-pelangi ciptaan Tuhan? Pikiran jelek terus menghantui benaknya. Di kamar pribadinya tak ditemukan. Baru di kamar belakang terlihat Gatot sedang “ngengkuk-engkuk” perempuan.

Langsung saja Kanti banting pintu, dan otomatis Gatot dan WIL-nya segera membenahi tubuhnya masing-masing. Boleh saja Gatot ampun-ampun minta maaf, tapi Kanti tak menggubrisnya. besok paginya Kanti mendatang Pengadilan Agama Surabaya, dalam rangka minta cerai.

Ditinggal bertempur jualan tahu bulat, eh di kamar ada ‘petepuran’.

sumber   : posk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.