Header Ads

Banjir Bandang di Labura: Satu Keluarga Dikabarkan Hilang


LINTAS PUBLIK, Banjir bandang memorak-porandakan dua desa dan sebagian desa ketiga di Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Minggu (29/12/2019) sekira pukul 01.30 WIB dinihari. Dikabarkan 5 orang dalam satu keluarga dan 9 rumah hilang.

Banjir bandang terjadi di Desa Pematang dan Desa Hatapang, dan sebagian Desa Batu Tunggal, Labura. Ketiga desa ini berada di kawasan perbukitan yang berbatasan dengan Kabupaten Toba Samosir. Kedua desa tersebut berada di kawasan perbukitan Bukit Barisan.

Banjir Bandang di Labura/ist
Berdasarkan data BPBD Labura, 9 unit rumah di Dusun Siria-Ria hanyut dan hilang, dan 122 rumah yang berada di daerah aliran sungai rusak berat. Jembatan besar di jalan kabupaten hancur, dan beberapa jembatan kecil hanyut akibat longsor sepanjang 100 meter dengan kedalaman 5 meter. Ada pula kerusakan lahan pertanian diperkirakan seluas 5 hektare karena tertimbun kayu dan bebatuan besar.

Pantauan di lapangan, kondisi permukiman warga tampak porakporanda. Lumpur hingga batang kayu dari ukuran sedang hingga besar berserakan di sepanjang jalan. Akses jalan darat terputus akibat rusaknya jembatan dan tak dapat dilewati kendaraan. Warga bahkan terpaksa harus berjalan kaki untuk masuk maupun keluar kampung.

Dalam beberapa video amatir yang beredar, tampak kondisi di Dusun V Desa Simonis, Kecamatan Aek Batas atau akrab disebut Kelok Labura. Di sana material tanah dari arah bukit tampak menutupi sebagian besar jalan raya, sehingga menyulitkan masyarakat untuk melintas.

Di Dusun Siria-ria, Desa Pematang, akses untuk menyeberang menjadi sulit akibat derasnya air pasca-banjir. Untuk menyeberang, masyarakat menggunakan tali yang dihubungkan sebagai penopang. agar saat menyebrang tidak terbawa arus.

Jalan lintas utama di Desa Pematang, Kecamatan IX-X, lebih parah. Jalan penghubung putus akibat derasnya air banjir bandang. Sementara di Desa Hatapang, banyak material kayu yang berada di jalan akibat dibawa arus air yang sangat deras. Terakhir di Sungai Marbau, meterial kayu juga banyak menutupi sungai.

Warga yang kena bencana tampak menangisi tempat tinggal mereka yang rusak diterjang material kayu dan batu saat banjir besar melanda. Dalam video amatir yang beredar itu disebutkan, kemungkinan balok kayu dibawa air dari gunung Hatapang yang hutannya diduga sudah gundul.

sumber   : fase 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.