Header Ads

Curhatnya Viral, Ini Pembelaan Penumpang yang 'Ditahan' Garuda


LINTAS PUBLIK, Korban 'penahanan' PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk penerbangan Jakarta-Bali, berinisial JW buka suara. Ibu tiga anak ini bercerita mengenai peristiwa yang menimpanya pada penerbangan 4 Januari 2020 lalu. JW bersama suami dan ketiga anaknya 'ditahan' karena suaminya disebut menghina Garuda dengan kata 'tai Garuda'.

JW bercerita, pilot dalam penerbangan itu yang meminta dirinya beserta suami dan anak-anak 'ditahan' dulu.

ilustrasi
"Iya betul, ketika sampai di lounge, bagasi sudah selesai diambilkan oleh handlernya tersebut, ketika mau keluar kami ditahan oleh petugas yang berwenang, petugas tersebut meminta boarding pass kami untuk dilihat dicek, saya berikan boarding pas saya sejumlah 5 buah kepada dia, boarding pas suami saya, saya, kedua anak saya, dan satu baby saya," katanya saat dihubungi, Senin (6/1/2020).

"Ketika itu, kami ditahan di dalam lounge dan kapten berada di luar lounge, kami mendengar jelas perintah kapten kepada groundhandler Garuda sejumlah 6 sampai 8 orang, perintahnya 'tahan semuanya sudah siap ya, tahan semuanya. Itu perintah kapten'," tambahnya.

Karena merasa janggal, JW menanyakan hal itu kepada kapten. Kapten menyebut, umpatan suami JW menghina maskapai pelat merah ini.

Untuk diketahui, suami JW mengumpat dalam penerbangan Garuda Cengkareng-Bali 4 Januari lalu. Pada penerbangan itu, suami JW meminta izin untuk ke toilet karena anaknya ingin buang air besar (BAB). Namun, permintaan suami ditolak karena posisi pesawat akan mendarat.

Suami JW pun mengikuti instruksi dan duduk kembali.

"Karena itu keluarga saya ditahan di lounge tersebut, dan groundhandler Garuda akan bertemu dengan kami untuk menyelesaikan hal ini," terangnya.

Minta Bukti Rekaman

Suami JW pun meminta bukti jika umpatannya menghina Garuda. Lalu, sang kapten memanggil pramugari untuk memberikan keterangan.

"Pilot memanggil pramaugari bernama Ni Wayan Seiko untuk memberikan klarifikasi, menurut Ni Wayan Seiko suami saya telah berkata 'tai Garuda' di dalam flight," ujar JW.

JW pun meminta bukti ucapan suaminya tersebut. Menurut JW, pilot kemudian memutuskan dirinya dan keluarga menghina Garuda.

"Setelah itu saya katakan hal ini dibuktikan saja, nggak ada buktinya, lalu si pilot dengan arogan atas nama Direktur Operasional dia memutuskan saya dan keluarga telah menghina Garuda dengan mengatakan seperti itu," ujarnya.

Saat dikonfirmasi apakah suaminya mengucap kata-kata tersebut, JW yakin suaminya tidak berkata demikian. Bahkan, JW memberikan kesempatan untuk membuktikan lewat rekaman.

Terlebih, umpatan yang disampaikan suaminya bersifat percakapan pribadi, tidak di depan pramugari.

"Kalau misalnya suami saya mengeluarkan kata-kata tersebut silakan dibuktikan dengan rekaman, fair dong. Dan apapun yang suami saya katakan, itu suami saya katakan kepada saya secara pribadi, ini adalah private coversation, suami saya tidak mengupat di depan pramugari, suami saya tidak ngata-ngatain pramugari apapun," jelasnya

Hingga akhirnya, saat kapten membawa nama direktur operasi, JW memberi penawaran agar bicara pada salah satu komisaris Garuda. Kebetulan, ayahnya mengenal komisaris tersebut.

"Pada titik ini kapten pergi meninggalkan kami tanpa penjelasan apapun lagi, sehingga ketika groundhandler datang, mereka pun kebingungan ada apa ini karena kapten langsung pergi tanpa memberikan penjelasan apapun," tutupnya.

Tak Meminta Refund

JW korban 'penahanan' PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk buka suara mengenai permintaan refund atas penerbangan dari Cengkareng ke Bali. Berdasarkan laporan kronologi karyawan yang disampaikan sumber media, JW disebut meminta refund karena tak mendapat fasilitas garbarata.

"Kejadian yang diceritakan karyawan yang memberikan keterangan kepada detikcom tidak benar. Karena saya tidak pernah meminta refund dalam bentuk apapun, bisa dikonfirmasi ke pihak Garuda sampai detik ini saya tidak pernah minta sepeserpun dari Garuda," kata JW kepada media, Senin (6/1/2020).

Kemudian, ia menekankan, ia dan suaminya tidak mengganggu selama penerbangan. JW mengatakan, suaminya langsung duduk saat diminta.

"Nomor dua, seperti yang telah ditulis karyawan sendiri tadi, suami saya dan saya tidak mengganggu selama penerbangan, bahkan ketika diperintahkan untuk duduk suami saya kembali duduk ke kursi kami mendarat tanpa halangan suatu apapun," ujarnya.

"Jadi saya tidak melihat alasan yang kuat bagi pilot untuk menahan keluarga kami seperti yang juga telah dikonfirmasi sumbernya mas," imbuhnya.

sumber   : det 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.