Header Ads

Himapsi Beri Jamu Masuk Angin ke DPRD Siantar, Timbul Lingga : Obat Rematik Perlu


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Pematangsiantar menggeruduk kantor DPRD Pematangsiantar, Selasa (28/1/2020).

Aksi Himapsi itu bersamaan dengan rapat paripurna pembentukan pansus hak angket DPRD. Dalam hal ini, Himapsi mendukung langkah DPRD.

BACA JUGA  7 Fraksi Bulat Ajukan Hak Angket dan Pembentukan Pansus

Himapsi Beri Jamu Masuk Angin ke DPRD Siantar (kiri), Salah seorang anggota DPRD Siantar langsung meminum Jamu.
Massa aksi bergerak dari Lapangan H Adam Malik. Mereka juga membawa gerobak jamu berisi telur dan minyak angin. Hal itu sebagai pesan agar angket pansus DPRD tidak melemah dan masuk angin.

Orator aksi Chanra Malau secara tegas mendukung langkah DPRD menggunakan hak angket untuk memakzulkan Hefriansyah.

"Hari ini sengaja kita lakukan aksi mendukung hak angket dan pemakzulan Hefriansyah. Dan telur sebagai tambahan tenaga DPRD dan minyak angin agar pansus DPRD tak masuk angin," ujar Canra.

Mengetahui Himpasi sedang unjuk rasa, sidang paripurna pun diskors untuk mendengar aspirasi para pendemo. Ketiga pimpinan DPRD bersama anggota DPRD lainnya menerima pendemo di depan ruang Harungguan DPRD.

Dalam kesempatan itu, Himapsi memberikan sekotak yang berisi telor ayam kampung, minyak angin, jamu tolak angin kepada DPRD dengan harapan Pansus Hak Angket tidak masuk angin dan terus bekerja kendati malam hari.

Ketua DPRD Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga sempat berkelakar membalas pemberian Himapsi.

"Disini perlu obat rematik asam urat,"kata Timbul.

Timbul mengucapkan terima kasih kepada Himapsi yang memberikan dukungan kepada DPRD dalam menjalankan haknya untuk pembangunan Kota Pematangsiantar.

"Terima kasih atas dukuangannya, doakan kami dapat menjalankan tugas dan amanah ini agar ke Siantar lebih baik,"ucap Timbul.

Setelah itu, Himapsi meminta pimpinan dan anggota DPRD untuk minum jamu yang telah disediakan.

"Jamu ini sangat ampuh agar tidak masuk angin,"teriak pendemo.

Penulis   : franki
Editor     : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.