Header Ads

Apa tanda-tandanya ketika pria merasa kesepian?


LINTAS PUBLIK, Pada dasarnya, kesepian wajar menimpa seseorang dan bisa terjadi kapan saja. Namun jika dibiarkan berlarut-larut dan terus-menerus, rasa kesepian juga memiliki dampak buruk untuk kesehatan fisik maupun psikologis.

Kesepian menjadi salah satu masalah kesehatan umum yang diperhatikan oleh para ahli. Dalam asmara, perasaan itu dapat memberi pengaruh kurang baik.

ilustrasi
Tidak semua orang mau atau mampu mengakui jika dirinya kesepian. Namun, ada beberapa sikap yang mereka tunjukkan ketika merasakan itu. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut tanda-tandanya:

Masa penuaan

Perasaan kesepian cenderung meningkat ketika berada dalam masa penuaan. Seseorang yang berusia kurang lebih 70 tahun lebih sering merasa kesepian.

Pada masa ini, seseorang mengalami fase kehilangan orang-orang tercinta akibat kematian serta terpisah dengan anak dan saudara yang tidak lagi tinggal satu atap.

Tidak bisa tidur nyenyak

Pria yang sedang dilanda kesepian akan merasakan kecemasan. Hal ini kemudian berdampak pada kualitas tidurnya. Mereka yang sedang merasa kesepian akan kesulitan untuk tidur nyenyak, mudah terbangun di malam hari.

Tidak memiliki rencana

Tanda umum yang dimiliki laki-laki kesepian adalah selalu memiliki banyak waktu luang. Jika pria selalu mengatakan tidak memiliki kegiatan untuk dikerjakan di akhir pekan, atau rencana yang ingin dilakukan di waktu senggangnya, besar kemungkinan pria tersebut tidak memiliki banyak teman atau sering menyendiri.

Belum mau menjalani hubungan serius

Ketika seorang pria mengaku sedang tidak ingin menjalin hubungan serius atau jangka panjang, kemungkinan jika dirinya menjaga pasangannya tetap berada di sisinya untuk mengusir kesepian yang dirasakannya. Mereka akan membujuk agar pasangannya tetap mau berada di sampingnya karena ia tidak memiliki kegiatan untuk dilakukan.

Selalu membatalkan rencana

Jika pasangan sering membatalkan pertemuan atau kencan beberapa menit sebelum waktu pertemuan karena harus bertemu dengan orang lain, besar kemungkinan ia hanya menganggap pasangannya sebagai sosok yang mengisi hidupnya kala ia merasa kesepian. Ia tidak pernah memprioritaskan pasangannya, hanya bersama ketika sedang sendiri.

Membicarakan diri sendiri

Ketika seorang pria tidak berhenti membicarakan tentang dirinya seorang dari segi apapun, itu adalah kode kalau dirinya sebenarnya kesepian.

Kalau ia sampai menceritakan kisah hidupnya tentang dirinya sampai detail terkecil, itu menyiratkan rasa senang dalam dirinya karena menemukan seseorang yang mau mendengarkan cerita hidupnya.

Tanda lain yang mengikuti adalah ia tidak menunjukkan ketertarikan untuk menanyakan kehidupan atau keinginan untuk mengenal lawan bicaranya.

Mandi lebih lama

Menurut studi, seseorang yang cenderung menghabiskan banyak waktu untuk mandi dengan air hangat lebih lama dari biasanya merupakan ciri seseorang yang sedang kesepian. Mereka berusaha untuk menyenangkan diri dengan caranya sendiri.

Kesulitan bergaul

Pria yang kesepian sering mengalami kesulitan dalam bergaul. Susah untuk membaur, merasa tidak memiliki siapa-siapa padahal dikelilingi banyak orang. Mereka cenderung mengalami kebingungan saat berada di lingkungan sosial.

Pria yang kesepian, biasanya cenderung berteman dengan sesama kesepian. Karena hal ini bisa membuat mereka merasa senasib sepenanggungan. Atau memilih lebih banyak berteman di dunia maya karena dianggap lebih menyenangkan dan bisa mengekspresikan diri dengan bebas.

Teringat mantan

Jika baru saja putus dan sudah mendekati wanita lain, bahkan sering menghabiskan waktu bersama, itu tandanya laki-laki hanya menggunakan wanita tersebut untuk mengisi kesepian yang ia rasakan.

Terlebih jika ia masih sering membicarakan mantannya, atau mengungkapkan kesedihannya ketika mantannya telah move on, artinya pria itu belum bisa lepas dari mantan dan hanya memanfaatkan wanita yang bersamanya untuk mengusir rasa kesendiriannya.

Hubungan jarak jauh

Long distance relationship juga menjadi pemicu timbulnya perasaan kesepian. Para pelaku LDR tidak jarang merasa komunikasi semakin berkurang karena mulai sibuk dengan rutinitas di tempat masing-masing. Rasa rindu yang semakin meletup dan kurangnya intensitas pertemuan dengan pasangan pun membuat seseorang lebih mudah gelisah.

sumber  : els 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.