Header Ads

Bambang Wahono : Jangan Ada Kehilangan Barang di Pasar Horas, Jangan Ada Copet


LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Untuk kenyaman Pedagang dan pembeli di PT. Pasar Horas Jaya, baik di pasar Horas maupun Pasar Dwikora (Parluasan) diterapkan protokol kesehatan.

"Kami anjurkan bagi pedagang dan pengunjung (Pembeli) yang akan berbelanja di Pasar Horas  maupun Pasar Dwikora tetap mematuhi protokol kesehatan, dengan tetap memakai masker, dan rajin cuci tangan. Beberapa pengunjung harus kami pulangkan, karena tidak pakai masker dan datang dari luar Siantar,"kata Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Horas Jaya Pematangsiantar Bambang K Wahono, SH, kepada lintaspublik.com, Rabu (3/5/2020) di ruang kerjanya jalan Imam Bonjol kota Pematangsiantar.

BACA JUGA  Ritribusi Pajak Pasar Horas Jaya Turun 240 Juta, Ini Penjelasan Dirutnya

Bambang K Wahono, SH (kiri), seorang pengunjung dipulangkan karena tidak memakai masker/dok. lintaspublik.com
Kata Bambang K Wahono lagi, pada April 2020 lalu, setelah ada informasi bahwa pandemi Covid-19 telah masuk ke Indonesia dan khususnya kota Pematangsiantar pihak PT. Pasar Horas Jaya langsung membagikan masker dan menghimbau agar pedagang mematuhi protokol kesehatan, bekerjasama dengan TNI dan pihak kepolisian.

"Kami akui kami tidak menutup pasar, ini kami lakukan untuk keberlansungan perekonomian di Pasar Horas Jaya. Tapi kami tetap mematuhi anjuran pemerintah, agar pengunjung dan pedagang untuk tetap memakai masker ke Pasar, kami juga menyediakan tempat cuci tangan.

Sudah lebih 3000 masker kami bagikan baik kepada pedagang maupun pengunjung. Pembagian masker kami lakukan sudah dua tahap, "jelas Bambang yang lahir di Tomuan Siantar, dan alumni SMP Negeri 1 Pematangsiantar.

Mengutamakan Kenyaman 

Sejak memimpin Pasar Horas Desember 2018, Bambang menerapkan disiplin pegawai. Pendisiplinan ini guna mendukung kinerja dan kenyamanan pedagang.

"Kenyaman pedagang kami utamakan, khususnya menjaga aset pedagang di Pasar Horas dan Pasar Dwikora, malam hari. Jangan sampai ada pedagang kehilangan barangnya, demikian juga kenyamanan pengunjung jangan ada lagi copet di pasar horas,"tegas Bambang, menjelaskan bahwa Siantar adalah kota kelahirannya yang harus didukung kemajuannya, baik kemajuan perekonomian maupun pembangunan.

"Saya sudah mengeluarkan (PHK) beberapa pegawai yang tidak disiplin,"kata Bambang, tidak mau menyebut orang-orang yang telah melanggar disiplin berat maupun ringan, sehingga menyebabkan kerugian bagi pedagang. 

Ketika ditanya apa upaya agar Pasar Horas dan Pasar Dwikora dapat maju dan tertata rapi, Bambang mengungkapkan, upaya-upaya telah dilakukan.

"Saat ini yang pertama kami melakukan pengamanan ketat, yang paling utama jangan ada aset pedagang yang hilang, kedua pengunjung juga harus nyaman berbelanja, ketiga tingkat kedisiplinan pegawai juga harus semakin meningkat, selanjutkan pembangunan dan pengembangan telah kami programkan bersama walikota Siantar kedepannya,"ungkapnya.

Walau terimbas Pandemi Covid-19, pihak Pt. Pasar Horas jaya masih dapat memberikan bantuan Tunjangan Hari Raya bagi pegawai yang beragama muslim.

"Kami sadar banyak yang terimbas, termasuk semua pegawai Pasar Horas Jaya, tapi saat akan menyambut Idul Fitri lalau 59 pegawai Pasar Horas masih dapat menerima bingkisan THR,"ungkapnya.

"Mari kita sama-sama bekerja benahi kota Siantar, agar Siantar lebih mantab, maju dan jaya. Saya pribadi yakin dengan pendekatan yang kita lakukan, Pasar Horas akan semakin baik kedepannya,"tutupnya.



Penulis   : tagor
Editor     : tagor






Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.