Header Ads

Lembaga Kristen dan Lintas Agama Bantu Anak Mantan Teroris, Ini Faktanya


LINTAS PUBLIK, Merasa Penting Menghargai Kehidupan, Tim Advokasi Lintas Agama bersama Posko HKI Peduli COVID-19 dan UEM Berikan Bantuan pada Pesantren Al Hidayah

Tim advokasi lintas agama itu adalah Huria Kristen Indonesia (HKI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pematangsiantar, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Pematangsiantar, Muslimat NU bersama dengan Posko HKI Peduli COVID-19 dan United Evangelical Mission (UEM) berikan bantuan sembako kepada Pesantren Al Hidayah, Sawit Rejo, Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (11/06/2020).

Bantuan yang diberikan berupa  beras, minyak goreng, teh celup,  mie instan, dan lainnya. Selain sembako, Tim Advokasi Lintas Agama juga memberikan bibit pohon mangga.

Pesantren tersebut dikelola dan diasuh Ustadz Gazali, yang menjadi anak asuh di pesantren tersebut merupakan anak-anak mantan teroris.

Uztadz Gazali merupakan sosok yang turut serta melakukan pendidikan deradikalisasi.

Lembaga Kristen dan Lintas Agama Bantu Anak Mantan Teroris
"Sebagai orang yang pernah ambil bagian dalam kegiatan terorisme, saya meyakini bahwa sudah menjadi tanggungjawab untuk meluruskan kembali pemahaman yang salah terkait dengan penafsiran ajaran agama yang selama ini saya kerjakan", ungkap uztadz Gazali yang mengasuh 70 anak di Pesatren Al Hidayah.

"Itu sebabnya, setelah saya bertobat, saya membuka pesantren ini sebagai tempat mendidik anak-anak dari mantan teroris agar tidak salah pemahaman dan tidak salah melangkah", tambahnya lagi.

Pesantren Al Hidayah melalui uztadz Gazali menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Pesantren Al Hidayah didirikan tahun 2015 Khairul Ghazali alias Abu Ahmad Yasin mantan pelaku teroris, dan telah divonis enam tahun atas tindak pidana perampokan Bank CIMB Niaga pada Agustus 2010.

Pondok pesantren ini didukung Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang merupakan buah keinginan kuat Ghazali untuk memutus mata rantai paham radikal. Sehingga Ghazali bertekad membantu anak-anak mantan teroris untuk bersekolah.

"Melihat banyaknya anak-anak eks teroris yang tidak sekolah atau putus sekolah bahkan menjadi buruh anak, tentunya ini membahayakan karena mereka bisa jadi mengikuti jejak langkah orang tuanya yang salah," ungkap Ghazali.

Ditempat yang sama, pimpinan HKI melalui Sekjed HKI, Pdt. Dr. Batara Sihombing, M.Th.  menyampaikan harapan agar kedepannya dapat membangun kerjasama yang baik.

"Bantuan yang kami berikan tidaklah seberapa, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban bapak selaku pengasuh di pesantren ini. Kedepannya hendaknya kita boleh membangun kerjasama yang baik seputar isu-isu kemanusiaan dan deradikalisasi", ungkap Sekjend.

"Pemberian bantuan ini melambangkan bahwa kehidupan adalah anugerah yang harus dihargai. Oleh karena itu, menjadi penting untuk saling berbagi dalam menghargai kehidupan ini", tambahnya lagi.

Hadir dalam berbagih kasih itu,  Pdt. Beresman Nahampum (Kadep Diakonia HKI), May Luther Dewanto Sianga (Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun), Ridwan Akbar Pulungan (Ketua GP Ansor Pematangsiantar), dan Liharman Sipayung (Ketua PMKRI Pematangsiantar).

Setelah pemberian bantuan, dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis di lokasi pesantren Al Hidayah.



Penulis   : rel
Editor     : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.