Header Ads

Peduli Korban Banjir, Pemuda Siantar ini Persembahkan Tortor


LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Banyak cara untuk membantu sesama, sebut saja Sanggar Sihoda (Simalungun Home Dance) dan Rumah Peduli Yatim memberikan sumbangsih membantu korban banjir dengan mempersembahkan tari-tarian di lampu merah.

Tari-tarian dari 8 etnis Sumatera Utara ini dilakukan di Lampu Merah jalan Jenderal Ahmad Yani kota Pematangsiantar. Terlihat persembahan tarian memakai baju suku Simalungun, Melayu, Toba dan lainnya, tarian dilakukan ppara penari ini untuk mengalang dana untuk korban Banjir di di kelurahan Tanjung Tongah dan Tanjung Pinggir di kecamatan Siantar Martoba yang terjadi pada Sabtu (11/7/2020) sekira pukul 19:00 Wib.

BACA JUGA  "Orang Buta" Saja Mau Baca Alkitab, Ini Faktanya


Novianti salah seorang pengagas gerakan peduli korban banjir di Siantar ini mengatakan, pengalang dana dilakukan dilampu merah karena lebih cepat terakses masyarakat.

"Yah kita buatlah bagimana orang simpatik untuk memberikan sumbangan ke korban banjir, jadi kita buat spanduk ""Peduli Korban Banjir Siantar" dan memberikan hiburan dengan tari-tarian tortor,'kata Novi, Sabtu (18/7/2020) di jalan Ahmad Yani Pematangsiantar.

Menurut Novisani warga Beringin Simalungun ini, bahwa tari-tarian atau tortor dibuat juga untuk menghibur para pengendara yang berhenti di lampu merah.

"Supaya pengendara dapat istrahat sejenak di lampu merah, dan perhatiannya (terhibur) dengan adanya tarian, kita harapkan yang berhenti mau menyumbang korban banjir,"ujarnya.

Untuk pengalang dana ini akan dilaksanakan selama dua minggu penuh.

"Kita harapkan dua minggu bisa terkumpul 30 juta, karena ada 4 rumah yang akan kita bantu pembangunannya, termasuk satu rumah yang hilang dibawah arus sungai. Doakan kami agar memenuhi target,'tutupnya.

Ditempat yang sama Laura Sinaga pimpinan sangar Sihoda dilibatkan dalam pengalangan dana korban banjir karena tergerak untuk saling peduli sesama.

"Yah intinya kita peduli untuk sesama, inilah (tari-tarian) yang bisa kami persembahkan untuk pengalangan dana, mudah-mudah banyak yang simpatik dan banyak pula yang menyumbang untuk saudara-saudara kita korban banjir di Siantar,"tuturnya.

Laura Sinaga menambahkan, dalam persembahan pengalangan dana untuk tari-tarian, sanggar Sihoda menurutkan 15 personil.

"Ada 15 penari yang kita turutkan, ada orang batak, jawa, bahkan Thiongoa,"kata Laura, bahwa sangar mereka berada di Naga Huta kabupaten Simalungun personilnya berbagi suku, dan agama yang tinggal di Siantar maupun Simalungun.


Penulis  ; tagor
Editor    : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.