Header Ads

Terpaksa Melapor ke Polisi Karena Bini ‘Dikuliti’ Orang


LINTAS PUBLIK, SEBAGAI suami, Made 46, sah-sah saja “menguliti” istri kapan saja dan kapan dia mau. Tapi tiba-tiba dia mendapat kiriman foto lewat WA dari seseorang, berupa Ny. Wayan, 40, istrinya dalam kondisi bugil 100 persen. “Kurang ajar, berani-beraninya menguliti bini orang.” Ujar Made saat hendak lapor ke polisi.

Wanita Bali tampil mengumbar buah dada, adalah cerita masa lalu. Karena memang masih jamannya, orang-orang generasi masa itu ya biasa saja menyikapi.


Ketika sistem nilai bergeser jauh dengan lebih beradab dan berbudaya, coba saja tampil dengan eksposisi buah dada, pasti ditangkap polisi. Jika di Bali masih ada “sumur” alias susu dijemur, itu hanya dilakukan wisatawan asing.

Dan Made yang bukan generasi tempo dulu dan bukan wisatawan asing, beberapa hari lalu dibikin terkejut, karena dapat kiriman WA dari seseorang.

Isinya bukan gambar biasa, tapi gambar istrinya, Wayan, dalam kondisi telanjang bulat 100 persen. “Perkenalkan, saya Putu PIL daripada istri Anda,” bunyi pesan lain di bawah gambar tersebut.

Lelaki bernama Putu itu sungguh berjiwa jantan. Kok bisa-bisanya mengakui sebagai PIL istrinya. Bila sampai berani mengirimkan foto telanjang istri Made, berarti di balik itu berarti sudah biasa menguliti Wayan.

Padahal itu merupakan hak monopoli Made sebagai suaminya. “Kurang ajar, berani-beraninya kuliti bini gua.” Omel Made tanpa sadar.

Made kemudian klarifikasi pada istrinya. Ternyata Wayan mengiyakan sambil sujud minta maaf, mengingatkan orang pada kisah walikota Surabaya Tri Rismaharini saat beda pendapat dengan IDI Jatim dalam penanganan Covid-19.

Maka tanpa menunggu waktu lama Made pun segera lapor ke Polsek Buleleng, Bali.

Sering-sering dikuliti kok nggak mangsuk angin ya?

sumber  : posk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.