Header Ads

Ada Korban Meninggal, Badan Jalan di Rel Kereta Api Diperbaiki Bankom Garuda


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Karena banyaknya korban kecelakaan di ruas jalan Ahmad yani tepatnya di perlintasan Kereta Api, keluarga besar Bantuan Komunikasi (Bankom) Garuda tergerak memperbaiki jalan yang banyak dilintasi warga Siantar maupun warga yang akan berwisata ke Danau Toba.

Flash Gordon Siregar salah seorang tokoh masyarakat jalan Ahmad Yani kota Pematangsiantar mengatakan, sudah banyak korban celaka dilokasi lintasan kereta api yang melintang di badan jalan Ahmad Yani.

 Bantuan Komunikasi (Bankom) Garuda Perbaiki Jalan Ahmad yani atau Lintasan Kereta Api Siantar.
"Sudah banyak korban yang celaka, baik parah, ringan maupun sampai meninggal dunia ketika melintas dijalur Kereta Api jalan Ahmad Yani ini. Terimakasih untuk Bankom Garuda yang tergerak memperbaikinya, sehingga nantinya masyarakat tidak lagi celaka karena tergelincir akibat jalan rusak atau tergelincir karena bantalan rel licin yang naik kepermukaan badan jalan,'kata Gordon Siregar yang juga Lurah Siopat Suhu kecamatan Siantar Timur kota Pematangsiantar, Kamis (20/8/2020).

"Ada juga seorang anggota TNI celaka yang cukup parah terguling-guling karena tergelincir direl kereta api ini, langsung warga membantu dan membawanya kerumah sakit karena lukanya cukup parah,"jelas Siregar, memberitahukan, apabila hujan turun, maka banyak sepeda motor yang tergelincir, sambil memperlihatkan bantalan rel yang menonjol cukup tinggi

Saksi mata lainnya, Wanri Aritonang warga yang tinggal tidak jauh dari Jalur Kereta Api itu menambahkan, bahwa sudah ada meninggal akibat celaka karena tergelincir di rel kereta api dan dirinya langsung menolongnya.

"Ada juga seorang laki-laki dewasa meninggal ditempat, dan jenazahnya saat itu kami bawa ke Serbelawan  karena kepalanya berdarah cukup parah. Dan ada juga pasangan pemuda menaiki sepeda motor yang lukanya serius, telapak tangannya sampai terkelupas. Ada juga seorang bapak rahangnya sampai lari karena terjatuh dan terbalik beberapa meter dibadan jalan,"ungkapnya.

Lurah Siopat Suhu Flash Gordon Siregar terlihat turut memperbaiki jalan Rusak bersama Bankom Garuda.
"Kalau korban sudah cukup-cukup banyak sekali, apalagi bila turun hujan permukaan rel makin licin dan badan jalan rusak, maka banyak yang terperosok dan tergelincir, khususnya yang naik sepeda motor,"terangnya lagi.

Bukan hanya sepeda motor, beberapa mobil pribadi juga banyak yang tergelincir.

"Bukan hanya sepeda motor, beberapa kali mobil juga tergelincir dan melintang dibadan jalan, akhirnya kami bantu untuk keluar dari rel, dan juga banyak juga warga Medan yang jadi korban karena kurang tahu bahayanya jalan ini,"kata Aritonang.

Seusai memperbaiki jalur di ruas jalan Ahmad Yani Joni Monang (JM) Ketua Bankom Garuda kepada lintaspublik.com mengatakan, bahwa sudah banyak masyarakat yang mengadukan hal kecelakaan di jalur Rel Kereta Api di jalan Ahmad Yani kota Pematangsiantar ini, bahkan ada yang meninggal dunia akibat jalan, atau jalur lintasan Kereta Api yang rusak, sehingga tim Bankom Garuda diturunkan untuk mengantisipasi kecelakaan (memperbaiki).

"Banyak yang sudah mengadukan kecelakaan akibat jalur rel Kereta Api ini, bahkan katanya ada yang meninggal dunia. Jadi kita dari Bankom Garuda tergerak untuk memperbaikinya, mudah-mudahan dengan adanya perbaikan jalan ini pencegahan kecelakaan dapat kita tanggulangi,"ujarnya.

Menurut JM, Untuk menangulangi atau pencegahan angka kecelakaan agar kita saling membahu dan bergotong royong.

"Yah mungkin pemerintah memiliki keterbatasan, kita harapkan sebagai anak bangsa mari kita bersama-sama dan saling bergotong royong membantu satu sama lain, termasuk bersama-sama memperbaiki jalan yang banyak makan korban ini,"ujarnya.

Pantauan lintaspublik.com, terlihat badan jalan sekitar 15 meter yang tadinya rusak parah kita sudah terlihat bagus dan rapi dicor semen, dan ada beberapa bagian yang belum diperbaiki sekitar 6 meteran lagi.

"Sisanya akan kita cor lagi, menunggu badan jalan yang kita perbaiki mengeras dan dapat dilalui," tutup JM.



Penulis   : tagor
Editor     : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.