Header Ads

Bocah Telan Tutup Botol, Buruh Serabutan Pusing Tebus Biaya Perawatan Rp52 Juta


LINTAS PUBLIK, Musibah bisa datang kapan saja. Seperti dialami pasangan suami istri, Supriadi (36), dan Elisa (30), putra keduanya yang baru berusia 3,5 tahun harus menjalani perawatan di rumah sakit lantaran tertelan tutup botol saat sedang bermain di rumah.

Beruntung nyawa sang bocah selamat dan kini dalam proses penyembuhan di salah satu rumah sakit di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi. Kini tinggal orang tuanya yang bingung lantaran harus memikirkan tagihan biaya perawatan yang mencapai puluhan juta rupiah.

“Rumah sakit tempat anak saya menjalani perawatan, tidak kerja sama dengan BPJS. Tagihan per tanggal 22 Agustus 2020 saja sudah mencapai lebih dari Rp52 juta,” kata Supriadi, Senin (24/8/2020).

Supriadi bersama anaknya yang dirawat akibat menelan tutup botol.
Bukan tanpa alasan Supriadi memilih rumah sakit non BPJS. “Terpaksa karena nyawa anak saya sedang kritis saat itu. Sementara rumah sakit rujukan BPJS penuh semua ,” tutur Supriadi yang sehari-hari bekeja secara serabutan.

Lelaki yang tinggal mengontrak di Kampung Panjalin, RT 02/01, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi mengisahkan awal musibah yang dialaminya.

“Kejadiannya hari Selasa (18/8/2020) menjelang magrib. Saya belum pulang kerja,” ucapnya. Saat itu di rumah ada sang istri dan kedua anaknya yang masih balita.Istri saya lagi nyuci piring di dapur, sementara anak pertama saya sedang ke masjid,” tutur ayah tiga anak ini.

Tak berselang lama, anak kedua Supriadi yang berusia 3,5 tahun menghampiri sang ibu di dapur sambil tangannya menunjuk ke mulutnya. "Saat itu istri saya melihat ada benda mirip tutup botol minyak telon di dalam mulutnya. Istri saya berusaha mengeluarkan, namun karena masih kecil anak saya tidak bisa diajak bekerja sama sehingga tutup botol tersebut tertelan," ungkapnya.

Dibawa ke Rumah Sakit

Saat Supriadi tiba di rumah, kondisi anaknya sudah kritis. “Sudah kejang-kejang, bahkan kedua matanya hanya terlihat bagian putihnya saja. Saya langsung bawa ke rumah sakit terdekat di kawasan Jababeka. Di rumah sakit itu diberikan pertolongan pertama, dan alhamdulilah anak saya sudah kembali bernapas namun masih harus menjalani tindakan lebih lanjut karena di rumah sakit itu tidak lengkap peralatannya."

Supriadi pun meminta rujukan rumah sakit BPJS. "Namun rumah sakit BPJS di Kabupaten Bekasi penuh semua, termasuk RSUD. Hanya ada rumah sakit yang bisa menangani anak saya, tapi non BPJS dengan deposit Rp20 juta,” katanya lagi.

Mengingat nyawa sang anak sedang kritis, Supriadi memutuskan ke rumah sakit tersebut. ‘"Saya tandatangan kesanggupan untuk membayar nanti. Alhamdulillah penanganan di rumah sakit itu luar biasa sehingga anak saya selamat dan bisa tersenyum kembali. Namun kini saya bingung harus membayar tagihan rumah sakit yang mencapai Rp52 juta lebih. Sekitar enam hari lagi anak saya bisa keluar dari rumah sakit," paparnya.



sumber  : posk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.