Header Ads

5 Korban Kebakaran Akhirnya Dikremasi di Rambung Merah, Ini Videonya


LINTAS PUBLIK, 5 Korban kebakaran rumah toko (ruko) di Jalan Penyabungan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar akhirnya di kremasi (dimakamkan) di lokasi kuburan Thionghoa di Rambung Merah kota Pematangsiantar.

"Benar, kelima korban kebakaran dari jalan Penyabungan dikremasi (perabukan) ,"kata Ali Bakar dan E. Sinaga  petugas Kremasi di di lokasi pemakaman Thionghoa di Rambung Merah, Senin (28/9/2020).


Kata Ali lagi, bahwa kremasi dilaksankan dua hari.

"Semalam terlebih dahulu tiga orang anak-anaknya dikremasi, dan ini Kakek atau pak Ameng dan menantunya ibu Yanti,"jelas Ali, bahwa setelah dikremasi lebih 3 jam abu jenazah akan dibawa kelenteng yang ada di jalan Pematang.

"Setelah di kremasi atau diperabukan, abu akan dimasukan kedalam guci, selanjutnya disimpan di klenteng,"terangnya.

Pantauan lintaspublik.com, para kerabat korban kebakaran di jalan penyabungan terlihat menangis haru mengikuti acara kremasi. Terlihat juga keluarga besar Pemuda Batak bersatu(PBB) kota Siantar turut mengantar dan mengawal jenazah dari Yayasan Bhakti  Kesejahteraan Sosial  di jalan Ckokro Aminoto menuju  kepemakaman di Rambung Merah.

"Salut, dan terimakasih kepada keluarga besar PBB yang mengawal pemakaman 5 orang korban kebakaran di Siantar,'kata Sinta pemuda Budish yang juga hadir di Pemakaman.

Seperti diketahui Kremasi atau pengabuan adalah praktik penghilangan jenazah manusia setelah meninggal dengan cara membakarnya. Biasanya hal ini dilakukan di sebuah krematorium/pancaka atau biasa juga di sebuah makam, dan selanjutnya setelah dikremasi abu jenazah akan disimpan dikuil (kelenteng) mengunakan guci kecil.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di satu unit rumah toko bertingkat tiga di jalan Penyabungan, yang terbakar sekira pukul 19:30 Wib, Sabtu (26/9/2020) malam. Akibat kebakaran 5 anggota keluarga menjadi korban meninggal karena terjebak didalam ruko.

Adapun kelima korban kebakaran adalah :Yanti (39 tahun), Ameng usia 67 tahun (mertua Yanti), Clarissa Kie (15 tahun) atau masih SMA, Kenrick Kie (12 tahun) kelas 6 SD, Kenjiro Kie (6 tahun) sekolah Dasar. Sementara Hendra (suami Yanti) dan ibunya ketika terjadi kebakaran masih berada diluar.

Informasi yang himpun media ini lokasi kebakaran adalah tempat bengkel mobil yang juga sekaligus tempat menyimpanan gas elpiji dari ukuran terkecil sampai yang terbesar. Pada saat kebakaran penghuni rumah sempat terdengar minta tolong.

Penulis   : tagor
Editor     : tagor


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.