Header Ads

Silvany Austin, Diplomat Muda Indonesia yang Sukses Curi Perhatian di Sidang PBB


LINTAS PUBLIK, Pemerintah Indonesia melalui diplomat muda, Silvany Austin Pasaribu, menggunakan hak jawab pertamanya menepis tuduhan Vanuatu yang menyinggung dugaan pelanggaran HAM di tanah Papua.

Diplomat Muda RI, Silvany Austin Pasaribu. (ist)

Ia juga menuntut Port Villa untuk berhenti mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Pasalnya, tudingan tersebut rutin disampaikan negara Pasifik itu di setiap Sidang Majelis Umum PBB.

"Memalukan jika suatu negara selalu mengajari negara lain tentang bagaimana cara bertindak yang baik, sementara pihaknya tidak memahami keseluruhan prinsip fundamental Piagam PBB,” kata Silvany dalam siaran pers Perwakilan Tetap Indonesia di New York.

Silvany menegaskan, Papua dan Papua Barat adalah bagian tak terpisahkan dari Indonesia sehingga Vanuatu tak memiliki hak apapun untuk bicara atas nama rakyat Papua.

Hal ini berdasarkan dari Piagam PBB mengenai prinsip non-intervensi dan penghormatan terhadap kedaulatan teritorial negara lain.

"Provinsi Papua dan Papua Barat adalah bagian dari Indonesia yang tidak dapat diganggu gugat sejak 1945 dan secara resmi didukung oleh PBB dan komunitas internasional sejak beberapa dekade. Status ini adalah final, tidak dapat diubah dan permanen. Anda (Vanuatu) bukan perwakilan dari rakyat Papua dan berhenti mengkhayal menjadi perwakilan mereka," tegasnya.

Menurut website Kemlu.go.id, diplomat muda Indonesia, Silvany saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kedua Fungsi Ekonomi untuk Perutusan Tetap Republik Indonesia Untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, AS. Sebelumnya Silvany juga pernah menjabat sebagai Atase Kedutaan RI di Inggris. 

sumber   : posk 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.