Header Ads

JKN-KIS Sangat Berharga oleh Dewi Yasinta, Biaya Operasi Keloid Nol Rupiah


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Dewi Yasinta, merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Penerima Upah yang didaftarkan oleh perusahaannya tempat dirinya bekerja. 

Dewi Yasinta sangat merasakan manfaat JKN-KIS

Perempuan berusia 31 tahun ini menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas hadirnya program yang hadir sejak tahun 2014. Karena beberapa waktu yang lalu, ia sudah pernah merasakan manfaat dari Program JKN-KIS dengan menjalani operasi pengangkatan keloid.

Dewi mengatakan saat pandemi ini kebutuhan menjadi serba mahal, terlebih pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, memiliki jaminan sosial merupakan salah satu modal penting yang harus dimiliki oleh setiap orang.

“Pada tahun 2019 lalu, saya menjalani operasi pengangkatan keloid. Awalnya saya pergi berobat ke klinik tempat saya terdaftar, kemudian klinik langsung merujuk ke rumah sakit karena keloid yang ada pada tubuh saya diperlukan tindakan operasi, setelah diberikan surat rujukan saya langsung pergi menuju ke Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar tempat saya dirujuk. Sesampai di rumah sakit, tidak perlu waktu yang lama tim medis langsung menangani dengan profesional dan dokter langsung melakukan operasi keloid di bagian punggung dan tangan kiri saya. Setelah dioperasi saya menjalani rawat inap untuk pemulihan selama 4 hari,” kata Dewi, Kamis (1/10/2020).

Lebih lanjut, Dewi bersyukur terdaftar sebagai peserta JKN-KIS karena telah dibiayai operasi keloidnya yang saat itu diperkirakannya harus membayar pribadi mencapai sepuluh juta rupiah.

“Saya senang ketika selesai menjalani serangkaian pengobatan tindakan operasi, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa seluruh biaya pengobatan saya telah ditanggung program JKN-KIS. Padahal saya sudah ada menyiapkan dana, mana tau ada diminta biaya tambahan yang diminta rumah sakit tapi begitu mendengar biayanya nol rupiah saya merasa sangat bahagia bercampur rasa haru karena beruntung sekali menjadi peserta JKN-KIS ini,” kata pekerja di salah satu distributor alat elektronik di Kota Pematangsiantar ini.

Dewi berharap program ini akan ada seterusnya dan tidak hanya saat ini saja. Dirinya meyakini, sudah banyak orang yang telah terbantu dengan hadirnya program yang mulia ini. Ia juga sering membaca dan mendengar jika pelayanan yang diterima sesuai prosedur, berobat pun bisa sampai dirujuk hingga rumah sakit di Kota Medan jika fasilitas kesehatan di daerah tidak mampu menangani penyakit yang dialami.


Penulis   : franki/rel
Editor     : tagor


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.