Header Ads

Kisah Junidar Harahap, 15 Hari Rawat Inap Biaya Ditanggung JKN-KIS


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Bagi Junidar Harahap (35), memiliki kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah penolong bagi keluarganya dikala menderita penyakit. Karena berkat kartu JKN-KIS , anaknya yang berusia 7 tahun dapat memperoleh pengobatan secara gratis di RS Horas Insani Pematangsiantar karena  mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Junidar Harahap (35)

“Saya merasa sangat terbantu sekali kala itu, ketika anak bungsu kami harus menjalani rawat inap di RS. Karena kita hanya fokus bagaimana anak saya cepat sehat tidak perlu lagi memikirkan dari mana biaya untuk pengobatannya . Kemudian mulai dari awal masuk RS hingga anak saya sembuh, pelayanan yang diberikan Dokter dan perawat di RS sangat baik dan profesional,”kata Junidar, Rabu (4/11/2020).

Perempuan berkerudung ini mengatakan masih ada masyarakat yang menganggap program JKN-KIS ini sebelah mata. Karena ada yang mengatakan pelayanan di RS akan berbeda antara pasien umum dan pasien JKN-KIS. Namun semua yang dikatakan itu dapat dipatahkan saat dirinya sendiri memanfaatkan kartu JKN-KIS tersebut.

“Saya sangat kagum dengan pelayanan yang diberikan kepada anak saya, apalagi tidak ada mengeluarkan uang sepeserpun padahal anak saya menjalani rawat inap selama 15 hari. Jadi kalau dihitung-hitung sebanding lah dengan iuran JKN-KIS yang sudah dipotong dari gaji suami saya yang bekerja sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pematangsiantar,”kata Junidar yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga.

Atas pengalaman baik yang dirasakan, Junidar menyampaikan harapannya agar pelayanan yang diberikan kepada peserta terus ditingkatkan. Junidar juga berharap agar program ini terus berkesinambungan dan iurannya semoga  tetap bisa mengikuti kondisi keuangan rata-rata masyarakat Indonesia.

"Saya dan keluarga sangat berterima kasih untuk seluruh pihak baik pemerintah ataupun BPJS Kesehatan yang telah membantu meringankan beban keluarga kami dalam hal kesehatan, andai saya tidak menjadi peserta program JKN-KIS mungkin saya akan kebingungan untuk biaya pengobatan saat kami sakit," tutup Juni.


Penulis   : franki/rel
Editor    : tagor


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.