Header Ads

Rajamin Sirait, SE : Jangan Transaksional di Pilkada, Ini Sarannya untuk Masyarakat Siantar


 LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Tokoh Masyarakat Sumut Rajamin Sirait, SE mengharapkan masyarakat jangan transaksional dalam Pilkada yang akan berlangsung pada Rabu, 9 Desember 2020.

BACA JUGA  Situmorang Sipituama Dukung Asner Silalahi Jadi Walikota Siantar, Lagu "SITUMORANG" Dikumandangkan

Rajamin Sirait, SE Tokoh Sumatera Utara bersama Tagor Sitohang Pired Lintas Publik/dok.

Menurut Rajamin Sirait, Transaksional dalam Pilkada merugikan masyarakat itu sendiri.

"Kalau masyarakat transaksional, atau harus dibayar baru memilih, sama saja merugikan rakyat itu sendiri dan mencederai demokrasi kita. Sebab masyarakat tak akan puas nantinya karena dibayar dirinya memilih seseorang dalam Pilkada. Kalau sudah dibayar yah pastinya jangan menuntut banyak,"kata Rajamin Sirait di Jalan Sutomo Pematangsiantar saat akan menuju kota Wisata Danau Toba, Kamis (26/11/2020).

Rajamin Sirait juga menyoroti Birokrasi yang masih bobrok di negara ini, pelayanan publik yang masih lambat.

"Coba kita lihat, beberapa daerah di Sumatera Utara pelayanan publik masih lambat, Mengurus KTP lambat, mengurus KK lambat. Hal-hal pelayanan publik ini hendaknya dipercepat, karena kebutuhan (Pelayanan cepat) masyarakat juga akan lebih cepat pertumbuhan ekonominya,"jelas Rajamin tak mau menyebut daerah dimaksud.

"Kalau urus administrasi penduduk saja susah mengurunya, bagaimana masyarakat mau mengembangkan usaha, atau berwirausaha. Karena untuk mengembangkan usaha kecil maupun menengah dibutuhkan administrasi kependudukan, ini adalah dasarnya,"tegasnya lagi.

Rajamin Sirait yang lahir di Pematangsiantar ini menambahkan, untuk masyarakat Siantar yang akan memilih di Pilkada Siantar diharapkan untuk memenuhi hak pilihnya.

"Ayolah, tentukan pilihan kita, mari datang ke TPS. Karena datang ke TPS dan menentukan pilihan sama saja kita peduli kemajuan Siantar,"ujarnya.

Untuk kemajuan kota Siantar sendiri, Alumni SMA Negeri 3 Pematangsiantar ini menyarankan agar Siantar sebagai kota pendidikan agar tetap dipertahankan.

"Siantar potensinya sangat besar, sarana prasana pendukung banyak, mulai wisata kuliner, wisata sejarah, dan Siantar terbanyak pusat-pusat gereja. Saya harapkan Siantar sebagai kota Pendidikan harus tetap dipertahankan. Siantar kota toleran harus tetap digaungkan,"tuturnya.

Rajamin juga melihat potensi ekonomi yang begitu besar di kota Siantar, ini terlihat deretan kendaraan yang padat disepanjang kota Siantar.

"Coba kita lihat, dimana-mana di pusat kota Siantar ini penuh dengan parkir kendaraan. Tapi kemana uang parkir itu?, dari uang parkir saja pemerintah Siantar seharusnya sudah banyak berbuat,"tutupnya, sambil permisi kepada media ini, bertolak ke Toba karena ada pertemuan tentang kemajuan pariwisata dan budaya disepuran Danau Toba.

LIHAT SELENGKAPNYA Bincang Tentang Siantar Bersama Rajamin Sirait, SE


Penulis : tagor
Editor   : tagor




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.