Header Ads


Alif Gustakhiyat alias Alip Ba Ta di Apresiasi Musisi Dunia


Kehadiran sang maestro gitar fingerstyle Alip Ba Ta di dunia YouTube dirasakan kian mendapat apresiasi dari penikmat musik dari seluruh dunia. Setelah ‘meledakkan’ dunia YouTube di tahun 2018, konon hingga Maret 2021, chanel YouTube  Alip Ba Ta, pria 33 tahun asal Ponorogo, Jawa Timur itu sudah memiliki 4,24 juta subcriber. Rerata ratusan konten video Alip ditonton hingga jutaan kali. Berbagai lagu populer band papan atas Indonesia dan mancanegara ‘lunas’ dicover Alip dengan skil bermain gitarnya yang unik dan apik. 

LIHAT JUGA INDAHNYA DANAU TODA dan PULAU SAMOSIR

Dalam penampilannya, pria bernama asli Alif Gustakhiyat itu tampak santai mengcover berbagai lagu yang memiliki liku-liku notasi kesulitan tinggi. Di tangan Alip semua lagu itu dicover dengan nada akustik yang menyerupai notasi originil. Bahkan, banyak reaktor dan penikmat musik menyebutkan cover musik Alip jadi lebih nikmat di telinga daripada lagu aslinya. Lagu-lagu notasi sulit yang dicover dan mendapat banyak reaksi pemusik di seluruh dunia diantaranya Bohamian Rhapsody, We Are the Champion, (Queen), Hotel California (Eagles), It’s My Life (Bon Jovi), Numb (Lingkin Park), Dear God (Avenged Sevenfold), Dreaming (Yngwie Malmsteen),  Sweet Child O’Mine, Patience (Gun ‘n’ Roses), Black or White (Michael Jackson), Forever and One (Hellowen), Tum Hi Ho (India), Gerimis Mengundang (Slam Malaysia), Killing Me Softly (The Fugees), Carrie (Europe), Wonderful Tonight (Eric Clapton), Californication (RHCP,) Insya Allah (Maher), The Last of The Mohicans, Jinggle bell theme song, Turki March, Godfather theme  song, Goosebumps theme Song, dan seabrek lagu populer lainnya dari seluruh dunia. Semua lagu yang dicover, bak air mengalir melalui jari jemari Alip di papan fret gitar akustiknya. Uniknya, saat mencover  terkadang Alip memainkan 2 alat musik sekaligus, seperti recorder dimainkan tangan kanan dan gitar dimainkan tangan kiri seperti pada lagu My Heart Will Go On (Celine Dion). 


Lagu lokal yang dicover Alip, sudah ratusan diantaranya Ibu, Kereta Tiba Pukul Berapa, dll (Iwan Fals), Separuh Nafasku (Noah), Marhaban Ya Ramadhan theme song, Bunga (Boomerang), Cinta Mati (Agnes M), Kasih Tak Sampai (Padi), Anyer (Slank), Rumah Kita (God Bless), berbagai lagu milik Rhoma Irama, Tanah Airku dan ratusan lagu populer lainnya. Semua ditampilkan dengan gaya dan cara Alip yang penuh harmonik, plus memadukan suara bass, rhythm, melodi, dan set drum dari 1 gitar akustiknya. 


Untuk lagu etnik Jawa, Alip si Raja Harmonik mantap mengcover Gambang Suling, Nyidam Sari, Suwe Ora Jamu, Lingsir Wengi, Bengawan Solo, Kalung Emas, Layang Kangen, dll. Padahal, untuk mengcover lagu etnis biasanya tantangan semakin sulit mengingat notasi lagu etnik yang rumit dan berbeda dengan lagu populer pada umumnya. Namun, sekali lagi, di tangan Alip semua alunan nada lagu itu mengalir bak air Bengawan Solo dari hulu ke hilir.  

Seperti diberitakan sebelumnya, kepiawaian Alip bermain gitar akustik sudah lebih dahulu mendapatkan respon dan pujian gitaris lokal hingga gitaris kelas dunia. Brian May, gitaris band legendaris Queen, pernah mengunggah video Alip Ba Ta yang mengcover lagu Bohemian Rhapsody di akun FB miliknya. Selain itu, video Alip memainkan Love of My Life juga pernah diunggah pada akun resmi FB Queen. Musisi lain yang merespon dan memuji Alip adalah Synyster Gates, gitaris band Avenged Sevenfold. Alip juga pernah mendapatkan pujian dari Alexander Misko, Fun Two, dan Igor Presnyakov. Tak pelak, warganet kian heboh dan kagum dengan kebolehan fingerstyele Alip yang dinilai sejajar dengan Sung Ha Jung dan Fun Two, gitaris asal Korea Selatan.

Aset Bangsa dan Virtuoso

Melihat kemampuan Alip yang mumpuni mengcover lagu band-band papan atas itu, Alip banyak disebut sebagai manusia langka karena wawasan bermusik akustik di atas rata-rata, sekaligus sebagai contoh penegas bahwa kreativitas dengan media sederhana juga mengasyikkan. Lihat saja saat cover ‘Insya Allah’, Alip memadukannya dengan botol susu anak-anak, plus mangkok plastik sebagai set drum. Saat mengcover lagu lain.

 Alip memadukan antena bekas sebagai media penggesek senar gitar untuk menghasilkan suara yang unik. Alip juga mampu bermain gitar sambil bermain rubik sekaligus. Saat perekaman cover lagu, Alip melakukannya hanya di studio mini non ribet. Duduk bersila, pakai kaus oblong, celana puntung, kadang-kadang ditemani kopi dan memakai topi yang menyebutkan bahwa Alip sudah mandi. Selanjutnya…”jreng….jreng….”…nada-nada originil bermunculan dari papan fret gitarnya. Melalui nada originalnya, sepintas Alip seperti membawa kita ke suasana 20, 30, bahkan 40 tahun lalu sesuai saat kapan lagu itu populer dimana kita tidak bisa kembali ke masa itu. Diantara lagu yang dicover, Alip kerap memainkan teknik bending, hammer, on capo, ala flamenco Spanyol, dan lain-lain.

Alip baiknya dimanfaatkan sebagai aset bangsa Indonesia agar nantinya dapat membagi ilmu bermain gitar akustiknya kepada generasi muda Indonesia. Seiring perjalanan waktu, semuanya akan menua. Begitu juga dengan Alip. Mumpung Alip masih sehat, tak salah jika Alip diangkat sebagai pengajar musik di kampus-kampus Indonesia. (Tentu saja, jika Alip bersedia, red.).

Bagaimana teknik Alip hingga bisa memainkan akustik lagu-lagu band kelas dunia dengan mudah?  Berapa jam berlatih setiap hari hingga dapat mahir memainkan nada melodi, bass, rhythm, dan set drum menggunakan tangan dan jari?  Bagaimana pria yang berprofesi sebagai operator forklift di Pulo Gadung itu mampu memainkan berbagai genre musik plus nada harmoniknya. Semua jawabannya ada pada Alip yang hingga kini masih ‘misteri’ mengingat pria itu jarang muncul di media publik. Sejauh ini, sikap ‘minim’ publikasi Alip di media tampaknya berhasil. Tanpa meminta like, coment, share, dan discrube, jumlah discrubers dan aliper malah melonjak drastis. (Wkwk…)

Selamat berkarya terus Alip Ba Ta. Menurut penulis, jika mengcover semua notasi ‘selevel’ Bohamian Rhapsody, California, dll sudah menyerupai nada originalnya, makan mengcover lagu lain pasti sudah ‘lebih nyaman’. Dengan demikian, tampaknya ‘pesta’ belum akan selesai. Konten reaksi pun bermunculan. Saking serunya, konten YouTube ‘Reaction Alip’ tak jarang menampilkan rona wajah para pemusik dan komentator yang kaget, lucu, garut-garut kepala, dan pening tak habis pikir menyaksikan penampilan figerstyle Alip. 

Hari-hari terkini, para pemusik bahkan ada yang menyebut bahwa Alip adalah ‘Virtuoso’ (Level tertinggi seorang gitaris). Kita bangga dewa gitar versi fingerstyle itu berasal dari Ponorogo, Jawa Timur yang mengharumkan nama Indonesia di seluruh dunia. Secara bersamaan, Alip juga sudah menduniakan kata ‘mantap,’ ‘Kopi…mana kopi’ seperti yang sering diucapkan para reaction musik. Kita menunggu kejutan dan cover fingerstyle terbarunya. Terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Alip Ba Ta. Selamat menyambut bulan Ramadhan juga buat Alip, alipers, dan teman-teman yang menjalankan ibadah puasa. Kiranya Tuhan memberkati.

Penulis : Erwinsyah Sinaga,SS., penikmat musik, alumni FS USU, alumni Smantig ‘93 P.Siantar, sekarang staf pengajar di SDN 124398 Jl. Perwira P. Siantar)




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.