Header Ads


Sembari Tunggu Izin Dirobohkan, Jembatan Kota Paris Ditutup Barier


LINTAS PUBLIK, Jembatan Kota Paris, Johar Baru, Jakarta Pusat ditutup barier beton agar tak bisa dilintasi akses tawuran. Warga mengatakan hal tersebut dilakukan sembari menunggu persetujuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk pembongkaran.

"Katanya sih sementara sambil menunggu persetujuan gubernur untuk dirobohkan," kata Ketua RT 01 RW 06 Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Maman Suherman saat dihubungi, Rabu (21/4/2021).

Jembatan Kota Paris, Johar Baru, Jakarta Pusat, dipasang barier. (dok. RT 01 RW 06 Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru)

Pemasangan barier beton tersebut dilakukan hari ini sekitar pukul 11.00 WIB. Maman bersama Lurah setempat, Pengurus Kecamatan Johar Baru, petugas polisi, dan TNI ikut hadir menyaksikan pemasangan barier tersebut.

"Dari kecamatan, dari Pak Lurah, FKDM, sama RT, RW hadir tadi," kata Maman.

Maman masih berharap jembatan tersebut dirobohkan. Dia juga menjelaskan usaha warga untuk menutup jembatan penghubung antara RW 06 Kelurahan Kampung Rawa dan RW 05 Kelurahan Tanah Tinggi tersebut.

"Karena itu kan udah pernah di tutup juga. Pertama kita tutup pakai pintu besi, itu dikasih pintu kanan-kiri, akhirnya karatan, roboh. Terus ditembok, kita beton, akhirnya dirobohin juga," ujarnya.

Ke depan, Maman berharap lingkungan setempat dapat hidup dengan rukun dan harmonis. Menurutnya, perlu ada kegiatan untuk anak muda di lingkungan sekitar.

"Kalau dari warga sih pengennya aman-aman saja, apalagi kan bulan suci, pengennya hidup dengan tenang, satu sama lain saling silaturahmi, rukun," harapnya.

"Harusnya itu memang ada kegiatan anak-anak pemuda itu, kalau nggak ada kegiatan seperti begitu," tambahnya.

Sebenarnya dari lingkungan setempat pernah membahas rencana kegiatan untuk anak muda. Namun hal tersebut belum terealisasi hingga kini.

"Dari kelurahan, mungkin dari wilayah setempat ada, bahkan dulu kan katanya anak-anak pemuda itu biar ada kerjaan mau dibikinin semacam buat pencucian motor itu, cuma kan kita belum terealisasi semacam itu, jadi baru wacana-wacana gitu," kata Maman.

Maman juga mengirim video saat proses pemasangan barier beton di lokasi tersebut. Dalam video yang dikirim Maman terlihat petugas berseragam kuning sedang menyusun barier beton di jembatan tidak dapat dilewati. Hadir juga seorang pria berseragam TNI dan beberapa orang berseragam putih berada di lokasi.

Keinginan membongkar Jembatan Kota Paris telah ditanggapi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, pembongkaran itu harus menunggu persetujuan pembongkaran oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Nanti kita minta persetujuan dari Pak Gubernur (Anies Baswedan), baru kemudian dibongkar. Setelah itu, penghapusan aset akan diproses," kata pelaksana tugas (Plt) Suku Badan BPAD Jakarta Pusat, Gigih Nugrohadi, Selasa (20/4).


sumber  : det


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.