Header Ads


Covid-19 Menyerang Semua Sektor Kehidupan


Penulis : Radode Kristianto Simarmata,M.Pd

Perkembangan COVID-19  saat ini memang tidak seburuk pada awal munculnya virus tersebut di tahun  2019 yang lalu.Banyak negara - negara yang sudah berhasil  mengalahkan virus tersebut dengan cepat, tetapi ada juga beberapa negara yang masih kewalahan menghadapinya seperti Indonesia, dikarenakan telah terbentuknya virus varian baru dari berbagai negara.


Penanganan virus di Indonesia sudah cukup baik akan tetapi masih dirasa kurang maksimal. Salah satu faktor penghambat agar putusnya mata rantai virus tersebut, adalah masih kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat tentang keberadaan virus ini padahal sudah memakan banyak sekali korban diseluruh dunia. 

Masyarakat berfikiran semau gue ,kurang perduli akan protokol kesehatan,  keluar rumah lupa membawa masker dan Hand Sanitizer, sering berumpul bersama , main game bersama. Disamping kurangnya tenaga Medis sebagai garda terdepan penanganan pasien yang terpapar virus, dan ironisnya belum maksimalnya pemberian insentif kepada tenaga kesehatan oleh pemerintah.

Selain menyerang kesehatan secara mengerikan dengan menyerang organ pernafasan, virus ini juga menyerang ekonomi dunia dan nasional, membuat perekonomian dunia khususnya  Indonesia menurun drastis. 

Dengan diberlakukannya  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),dan diberlakukannya penutupan akses kesuatu daerah diberapa wilayah Indonesia dimana sebahagian daerah merupakan daerah kunjungan wisata.

Dengan ditutupnya akses akibat pencegahan virus covid-19 memuat pendapatan dari sektor pariwisata menurun drastis akibat  minimnya kunjungan wisata turis lokal maupun turis mancanegara, belum lagi banyak perusahaan travel dan perjalanan wisata yang gulung tikar, karena tidak mampu mengcover biaya operasional dan membayar gaji para karyawan. Sehingga terjadi Pemutusan Hubungan Pekerjaan (PHK) besar-besaran.

Disamping hal tersebut virus ini juga menyerang mental para orang tua yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), banyak orang tua beralih profesi, melakukan pekerjaan kasar demi menghidupi keluarga, Psikis menyumbang dampak yang cukup signifikan. 

Banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang diberikan para guru kepada anak didiknya yang membuat tugas-tugas menumpuk. Sebagai contoh, Anak Anak mohon dibaca baca halaman 45-59 ya nak, tugas dihalaman 60-62 dikerjakan dan kirim ke wa ibu nanti ya nak. Banyak anak mengalami depresi tidak mau bersosialisasi secara langsung, merasa terkurung karena tugas tugas yang sangat banyak dan belum pernah mempelajari materi tersebut. 

Beberapa orang tua yang kehilangan pekerjaan, ekonomi melemah, harus berjuang agar anak dapat belajar melalui system daring/Online melalui smartphone atau komputer, dengan menggunakan beberapa software aplikasi seperti zoom meeting, Whatsapp, Masseger, Google Meet dan aplikasi komunikasi lainnya, anak dituntut harus memiliki HP maupun Laptop. 

Belum lagi tuntutan sang anak maupun istri yang sering marah marah, emosi yang tidak terkontrol akibat kurangnya refresing, Berbulan bulan berada dirumah, seperti terkurung, pendapatan suami yang tidak menentu, hingga tidak jarang terjadi Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) didalam keluarga.

Angka kemiskinan di Indonesia cukup tinggi dan dengan hadirnya Virus COVID-19 membuat banyak buruh dan karyawan swasta diberhentikan dari pekerjaan. Perusahaan tidak mampu membayar gaji karyawan akibat produksi yang berkurang dan permintaaan pasar akan produk yang melemah. Tidak jarang pengangguran menjadi gelap mata melakukan kegiatan jahat agar dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga.hingga harus masuk penjara dan seluruh beban keluarga menjadi tanggung jawab istri.

Belum lagi kehilangan orang yang kita sayangi. Banyak orang tua kehilangan anak dan sanak keluarga ataupun orang tua yang kehilangan anak. Hanya bisa menangisi orang yang sangat dicintai dikuburkan oleh pihak rumah sakit karena keluarga tidak diberikan ijin untuk melihat atau menghadiri pemakaman.

Bagi mahasiswa, dampak yang dirasakan mahasiswa selama belajar online dimasa pandemic adalah terjadinya penumpukan tugas secara massive , mahasiswa dituntut untuk lebih aktif dalam mempelajari dan mendalami materi-materi yang diberikan dosen kepada mereka, tetapi beberapa materi membutuhkan kebebasan berfikir ruang dan waktu untuk mendukung kegiatan belajar, tetapi karena keterbatasan aktivitas, semua pembelajaran harus menggunakan Learning Manajemen System (LMS), seperti menggunakan Zoom, Google Meet, dan sebagainya, Selama pembelajaran daring banyak mahasiswa mengalami masalah seperti sulitnya jaringan internet sehingga membuat kualitaas jaringan diberbagai tempat itu berbeda beda.

Akibatnya sebagian mahasiswa ketinggalan dan kewalahan didalam mengikuti pembelajaran daring. Mereka tidak dapat mengikuti penjelasan akan materi perkuliahan yang sedang dibawakan oleh bapak atau ibu dosen.

Disamping hal perkuliahan Para mahasiswa juga merasa sangat tertekan akan pembayaran uang kuliah full (penuh) walaupun tidak mempergunakan fasilitas kampus, dimana saat ini keadaan ekonomi sedang memburuk apalagi tidak semua pekerjaan orang tua dari mahasiswa memiliki gaji dan pendapatan yang tetap. 

Hadirnya COVID-19 melemahkan ekonomi keluarga. Banyak mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar pada Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menjadi solusi bagi sebagian orang tua murid, dimana mahasiswa prodi pendidkan guru sekolah dasar membuka bimbingan belajar dan les private yang dimintai oleh orang tua untuk memberikan les tambahan kepada adik adik yang membutuhkan pembelajaran extra karena kurang masksimalnya pembelajaran daring selama pandemi.

Dengan kemampuan dan kemauan yang tinggi, beberapa mahasiswa dalam memberikan les privat dan bimbingan Calistung kepada yang membutuhkan. mampu menolong ekonomi keluarga bahkan mampu melunasi hampir setengah dari total uang kuliah 2 (dua) semester.

Disamping itu beberapa mahasiswa juga mengembangkan bakat yang diterima sewaktu SMK seperti Membuka salon,berjualan makanan, minuman pakaian,  melaui media Sosial, face book ,dan Instagram. Beberapa juga mengahasilkan uang melalui aplikasi seperti Tik-Txx dan Snack Video.

Mari sama sama berdoa dan berharap agar COVID-19 benar benar hilang dari bumi ini dan ekonomi dunia segera pulih. Pemerintah bisa bersifat TEGAS dan NIAT untuk mengalahkan Covid -19 , Pemberian Vaksin ke-1 dan Ke-2 kepada setiap individu untuk membantu immune tubuh agar dapat terhindar dari virus Covid-19. Masyarakat juga harus berfikir aktif dan peduli dalam menjaga protokol kesehatan selalu menjaga jarak, mencuci tangan  dan selalu memakai masker dimana pun berada.


Penulis : Radode Kristianto Simarmata,M.Pd, Universitas HKBP Nommensen                                                        Pematangsiantar(UHKBPNP) Program Study PGSD, dapat dihubungi di email :                                     radodesimarmata0@gmail.com



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.