Header Ads


Kerap Dilanda Longsor, GKPI dan Jemaat Bonn Beuel Tanam Pohon di Kawasan Danau Toba


LINTAS PUBLIK-SIMALUNGUN, Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) dan jemaat Bonn Beuel Jerman melakukan penanaman pohon di kawasan Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipanganbolon yang sering dilanda bencana longsor. Aksi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap Danau Toba.

LIHAT JUGA Detik-detik Kapal Fery Angkut Mobil di Danau Toba

GKPI dan Jemaat Bonn Beuel Tanam Pohon di Kawasan Danau Toba

Bishop GKPI, Pdt. Abdul Hutauruk,M.Th , Rabu (16/6/2021) mengatakan, penanaman pohon di kawasan Danau Toba diharapkan mempererat tali persaudaraan diantara kedua gereja, untuk berkomitmen bersama menjadikan gereja memberikan berkat bagi banyak orang, bangsa dan negara.

"Melalui penanaman pohon diharapkan hubungan persaudaraan antara GKPI dan jemaat Bonn Beuel Jerman, bisa terjaga lestari dan bersama berkomitmen menjadi berkat bagi banyak orang, bangsa dan negara,"ujar Abdul.

Sebelumnya Sekjen GKPI, Pdt.Humala Lumbantobing,M.Th mengatakan, ibadah persahabatan dirintis oleh pendiri GKPI Pdt.Dr.Andar Tobing sejak 40 tahun yg lalu, dan kerjasama kedua gereja benar-benar nyata dalam program bersama khususnya pendirian badan-badan sosial gereja, dan juga saling berkunjung antar kedua gereja.

Ketua Lembaga Pelayanan Pengembangan Masyarakat (LPPM) , Hardi P. Sibarani, didampingi sekretaris eksekutif, Pdt.Thomas A Sitorus menambahkan, dipilihnya kawasan Danau Toba khususnya di Sibaganding sebagai lokasi penanaman pohon, dalam rangka ibadah kemitraan dengan jemaat Bonn Beuel Jerman, yang sering dilanda longsor, sebagai wujud perhatian kedua gereja melestarikan lingkungan untuk kehidupan orang banyak.

"Sebelumnya penanaman pohon juga dilakukan dengan jemaat Bonn Beuel Jerman di komplek GKPI Center-Mamre," sebut Hardi.

Pada ibadah kemitraan yang dihadiri juga para pengurus Lansia Sejahtera (Lantera), PA Mamre, Bishop GKPI ,Pdt. Abdul Hutauruk menyampaikan khotbah kiranya persahabatan kedua gereja membawa dampak berkat bagi kedua gereja dan kedua bangsa.



Penulis    : franki
Editor      : tagor


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.